Bupati Piter Gusbager Gelar RDP dengan Para Kepala Sekolah dan pelepasan 201 guru CPNS

0
273

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Para Kepala Sekolah PAUD, SD, SLTP se-Kabupaten Keerom dilanjutkan pelepasan CPNS ke tempat tugasnya di Halaman Kantor Bupati Keerom, Kamis (15/7/2021). (Arief/lintaspapua.com)

“Tugas Seorang Guru Adalah Tugas yang Mulia”

 

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP , melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah PAUD/TK/SD/SLTP serta perwakilan guru CPNS se-Kabupaten Keerom. Pertemuan yang diberi judul RDP atau Rapat Dengar Pendapat ini dilaksanakan di ruang rapat bupati keerom, Trinity Room, Arso, Jln. Transpapua, Keerom, pada Kamis (15/7/2021).

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP ,. (Arief/lintaspapua.com)
Kadinas P dan K Kabupaten Keerom, Noach Wassanggai, S.Sos menyampaikan bahwa selain acara pelepasan, Dinas juga telah membentuk tim untuk mengantar para guru CPNS dan tenaga kontrak ke tempat tugasnya masing-masing. (Arief/lintaspapua.com)

Pada acara RDP ini Bupati Keerom didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Keerom, Noack Wasanggai, S.Sos, juga perwakilan dari DPRD Keerom, diantaranya Yahya Sauri (Waket Komisi A DPRD Keerom/Golkar), Leonardus Abar (Waket Komisi B DPRD Keerom/PDIP) dan Engelbertus Amo (Komisi C/Nasdem).

Dalam RDP ini, Bupati menyampaikan bahwa ia selaku pimpinan daerah menilai bahwa Pendidikan adalah faktor penting dan utama dalam pembangunan di Kabupaten Keerom. Ia tak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi tanpa Pendidikan yang memadai dan cukup.

Selanjutnya dalam forum RDP, terjadi komunikasi dan tanya jawab antara para kepala sekolah dengan Bupati Keerom. Masalah yang disampaikan seputar rencana pembukaan sekolah tatap muka untuk distrik yang masuk zona hijau Covid 19, sementara sekolah yang berada di zona merah tetap melakukan pendidikan secara daring atau online. Juga masalah-masalah seputar pendidikan lainnya, terkait insentif, BOS, mutasi guru dan lain-lain.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP , melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah PAUD/TK/SD/SLTP serta perwakilan guru CPNS se-Kabupaten Keerom. (Arief/lintaspapua.com)

Pertemuan berlangsung baik, cair dan dalam suasana kekeluargaan, para kepala sekolah nampak berusaha memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan keluhannya dan mendapat penjelasan tentang kebijakan-kebijakan umum dan khusus bidang pendidikan yang akan dilaksanakan Pemkab Keerom.

Sementara itu, para anggota DPRD Keerom yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan, umumnya menyampaikan terimakasih kepada para guru yang telah bekerja baik hingga ke pelosok Keerom untuk mencerdaskan anak-anak Keerom. Kepada guru-guru yang lalai dan meninggalkan tepat tugas, mereka meminta agar menjadi perhatian dan mendapat tindakan dari Kadinas serta Bupati Keerom.

Usai RDP di ruang rapat, selanjutnya Bupati Keerom, melakukan acara pelepasaan 201 guru CPNS dan tenaga kontrak daerah. Dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Keerom, siang harinya, dilanjutkan dengan penyerahan surat perjanjian kerja (SPK) bagi tenaga kontrak.

Usai kegiatan, dalam sesi wawancara, Bupati menyampaikan selamat kepada 201 CPNS dan tenaga kontrak yang dilepas pada kesempatan tersebut. Ia juga meningatkan bahwa profesi guru adalah profesi yang mulai dan penting

Selamat dan sukses kepada mereka yang tahun ini sukes menuju ketempat mereka bertugas 201 guru CPNS dan tenaga kontrak daerah. Kita ingin memberikan mereka perhatian hkhusus dengan acara pelepasan, kita menyaampaikan bahwa tugas seorang guru adalah tugas yang mulia, profesi yang mulia dan penting, maka pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian kepada tenaga guru di seluruh Kabupaten Keerom.

‘’Guru adalah pilar penting pembangunan, tanpa guru tidak ada Pendidikan, maka guru perlu kita dukung dan beri perhatian secara serius. Kita beri semangat bahwa tugas guru adalah tugas khusus mencerdaskan masyarakat keerom, maka mereka sepatutnya dari awal meniatkan  diri mereka, ikhlas, agar jangan berubah tengah jalan. Karena kita akan beri dukungan yang diperlukan, kita ingin pendidikan diperhatikan serius untuk tingkatkan mutu pendidikan kita mulai dari PAUD, TK, SD hingga SLTP,’’ujarnya.

Ditambahkan bahwa sebagai pimpinan daerah, ia akan mendukung dunia pendidikan termasuk untuk meningkatkan kualitas guru, sertifikasi guru, kesejahteraan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. ‘’Juga program digitalisasi pendidikan, tahun ini hingga tahun depan akan kita hadirkan 49 BTS untuk peningkatan layanan pendidikan hingga di pelosok-pelosok Keerom,’’pungkasnya.

Sementara itu, Kadinas P dan K Kabupaten Keerom, Noach Wassanggai, S.Sos menyampaikan bahwa selain acara pelepasan, Dinas juga telah membentuk tim untuk mengantar para guru CPNS dan tenaga kontrak ke tempat tugasnya masing-masing.

‘’Kita juga akan melakukan Analisa dan pendataan untuk mengevaluasi agara penempatan guru sesuai dengan kebutuhan di sekolah-sekolah di seluruh Keerom, sehingga tidak terjadi penumpukan guru di satu wilkayah tertentu atau di kota saja. Kita juga ingin ada perbaikan dan percepatan dalam dunia pendidikan, bukan hanya menekan taapi kita harus melihat kondisi yang ada di lapangan dan menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan mereka seperti transportasi dan kebutuhan mereka di tempat tugas,’’ujarnya.

Guru CPNS yg ditugaskan ke Bias, Towe Hitam. (Arief / lintaspapua.com)

****

Guru Baru dari CPNS, Mengaku Siap ditempatkan di Bias, Towe Hitam.

Sementara itu, salah seorang guru CPNS yang baru dilepas, Sabina Kero, SPd, yang mendapat tugas di SD Negeri Bias di Distrik Towe Hitam, mengemukakan kesiapannya untuk menempati dan bekerja baik disana.

‘’Ini adalah pengalaman pertama kali saya kesana, tapi asaya tetap bersedia melayani anak-anak disana. Kesiapan yang saya lakukan adalah kesiapan mental dan juga kebutuhan harian yang akan kita bawa kesana,’’ujar Sabina yang mengaku bersyukur karena ditempatkan di Bias Bersama suami tercinta, sehingga ia benar-benar bertekad untuk bekerja baik ditempat tugasnya kali ini.

Dikesempatan tersebut, Kepala SDN Bias, Yulianus Y, SPd, mengemukakan bahwa di SD Bias selama ini hanya ada dirinya sendiri yang melaksanakan, maka dengan tambahan 3 tenaga guru baru dari CPNS dan guru kontrak diharap bisa membantu proses belajar mengajar bagi 31 murid disana.

‘’Selama 2 tahun saya bertugas di Bias, pengalaman kami mengalami kesulitan untuk transportasi, karena dari Arso ke Towe kami naik kendaraan dengan biaya sampai 8 juta, dilanjutkan berjalan kaki hampir 8 jam, maka kami butuh biaya dari BOS untuk segera cair dan membantu mengatasi masalah ini,’’pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here