<
Lintaspapua.com

Terkait Pergantian Sekda Papua, Gubernur Papua Diminta Hati-Hati Dalam Merespon Masukan Pembisik

LINTAS PAPUA - Rabu, 14 Juli 2021 - 07:26 WITA
Terkait Pergantian Sekda Papua, Gubernur Papua Diminta Hati-Hati Dalam Merespon Masukan Pembisik
Inteletual Muda Yahukimo, Titus Lao Mohy, S.Si, M.Si,. (Foto Pribadi) ()
Penulis
|
Editor

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Akhir-akhir ini masalah Sekretaris Daerah (Sekda) menjadi polemik mulai dari proses penetapan, pelantikan hingga dengan “dinonaktifkan” Dance Yulian Flassy sebagai Sekda definitf dengan Gubernur Papua menunjuk Asisten II Setda Papua M. Ridwan Rumasukun menjadi Pelaksana Tugas Sekda Papua, membuat semua kalangan bingung dan angkat bicara.


Salah satu komentar datang dari Ketua MPI KNPI Kabupaten Yahukimo, Titus Lao Mohy, S.Si.M.Si kepada media ini mengatakan bahwa Gubernur harus hati-hati mengambil keputusan, dimana keputusan yang diambil harus berdasarkan perundang-undangan supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari.

“Bapak Gubernur, saya sarankan untuk tidak selalu mendengar pembisik-pembisik yang seyogyanya hanya memanfaatkan keluguan Gubernur untuk mendapatkan keutungan tanpa mempertimbangkan dampak-dampak yang akan terjadi esok. Sehingga berharap kebijakan yang diambil pun harus berdasarkan ketentuan yang berlaku. Jangan berdasarkan maunya pembisik. Jika terjadi sesuai dengan maunya pembisik maka yang hadapi resikonya adalah Gubernur sendiri.” harapnya.

Menurutnya Sekda adalah pemegang jabatan strategis yang tentu mempunyai tugas penting dalam mendukung jalannya administrasi pemerintahan di Provinsi dan Sekda ditetapkan oleh keputusan Presiden, sehingga agar tidak menjadi polemik dalam pelaksanaan pemerintahan, Gubernur sebaiknya sesuaikan dengan aturan yang berlaku.

“Sekda tugasnya mengendalikan adiministrasi pemerintahan dan keuangan. Jika terjadi dualisme Sekda, maka akan membingungkan para pimpinan OPD untuk proses pelaksanaan pemerintahan dan administrasi keuangan. Hal ini akan menjadi dilemma bagi pimpinan OPD. Untuk itu saya harapkan agar Gubernur diminta mengggunakan hikmat dalam mengambil sebuah keputusan,” sarannya lagi.

Pihaknya juga berharap, kepada pembisik-pembisik yang ada di lingkaran dok II dan gedung negara, supaya tidak menggiring Gubernur kepada kepentingan pribadi, sebab Gubernur dalam masa pemulihan pacsa sepulangnya dari luar negeri usai berobat.

“Gubernur sedang pada proses pemulihan kesehatan. Jadi pembisik-pembisik yang ada di lingkaran Gubernur dok II dan gedung negara supaya menghargai Gubernur dengan memberi masukan yang sifatnya tidak menjebak. Apalagi proses penetapan Sekda ini sudah jadi masalah dari awal pelantikan tapi sekarang masih lanjut dengan upaya-upaya untuk saling menghalangi. Sehingga sepanjang belum ada perintah dari pusat sebaiknya Gubernur menyesuaikan dengan kemauan Jakarta demi kebaikan Gubernur sendiri,” tegasnya.

Kepada pemerintah pusat pihaknya mengharapkan agar dalam proses-proses seleksi Sekda kedepan supaya menyesuaikan dengan hasil yang ditetapkan oleh tim seleksi, agar tidak timbul dinamika politik di daerah.
“Menentukan Sekda kewenangan Presiden tetapi paling tidak mengahargai proses-proses yang dierjakan oleh panitia seleksi. Karena yang terjadi dinamika saat ini adalah akibat dari hasil yang dikerjakan tim seleksi beda dengan penentuan terakhir jabatan Sekda oleh Presiden, maka timbullah masalah seperti saat ini.” katanya.

Kepada Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy, agar membangun komunikasi secara baik kepada semua stackholder terutama kepada Gubernur sebagainya atasannya, supaya apapun aktivitas yang dikerjakan tidak terkesan bertolakbelakang dengan pikiran Gubernur dan lain sebagainya.

“Harap Pak Sekda memperbaiki komunikasinya dengan Gubernur agar terlihat harmonisme dalam membangun Papua ke arah yang lebih baik. Memang Sekda dalam posisi dilemma, tetapi berusaha supaya mengimbangi agar semua proses administrasi pemerintahan dan keuangan bisa dapat berjalan dengan baik. Sehingga pelayanan publik dapat terlayani dengan baik,” demikain harapannya dalam mengakhiri pembicaraan. (****)


 

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123