BDC Persipura Mania Usulkan Beri Penghargaan Kepada Boaz Dan Tipa

0
827

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Black Danger Comunity (BDC) Persipura mania mengusulkan memberikan penghargaan kepada Boaz Solossa dan Yustinus Pae.

Manajemen Persipura Jayapura telah mengeluarkan Boaz Solossa dan Tipa sapaan akrab Yustinus Pae karena indisipliner.

Persoalan itu lantas menjadi bola liar yang menimbulkan berbagai opini dari pecinta klub sepak bola Persipura Jayapura yang menimbulkan kegaduhan di media sosial karena manajemen dianggap tidak terbuka soal keputusan tersebut.

Terlepas dari kasus indisipliner Boaz dan Tipa, kedua pemain tersebut selama membela Persipura telah menunjukan loyalitas bahkan empat gelar liga I Indonesia, (2005, 2008/2009, 2011, 2013) dipersembahkan bagi klub yang berjuluk Mutiara Hitam itu.

Pencapaian itu lalu membawa nama Boaz dan Tipa sebagai legenda Persipura Jayapura. Keduanya telah membela tim kebanggan masyarakat Papua sejak 2000-an.

Khusus Boaz, pemain yang karib dipanggil Bochi ini adalah talenta terbaik Persipura. Bomber kelahiran Sorong itu mempersembahkan lima gelar bagi Mutiara Hitam termasuk Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

“Dedikasi mereka luar biasa, Boaz dan Tipa telah berkontribusi dan memberikan empat gelar liga Indonesia bagi Persipura. Sehingga kami usul ada penghargaan dari manajemen klub bagi mereka walaupun keduanya sudah keluar dari tim,” ujar Admin BDC Persipuramania, John Ungirwalu, di Jayapura, Rabu (7/7).

“Harapan kami, Boaz dan Tipa bisa sukses di klub yang baru nanti,”

“Kami ucapkan terima kasih kepada Boaz dan Tipa yang telah memberikan gelar bagi Persipura,” kata John.

Berjiwa Besar Terima Boaz Dan Tipa Out

Boaz dan Tipa membela Persipura hampir 15 tahun. Mereka menjadi pemain penting skuat Mutiara Hitam ketika bertanding. Kendati demikian, manajemen klub dengan berbagai pertimbangan telah mengakhiri kerjasama antar kedua pemain tersebut.

Namun begitu, menurut ketua BDC Komunity Persipuramania, Jansen Kareth, dengan dilepasnya Boaz dan Tipa dari tim Persipura dapat diterima pecinta sepak bola. Bahkan dirinya menilai kepergian sang legenda tersebut tidak perlu menjadi persoalan yang serius.

“Dengan kepergian kaka Bochi dan Pae dari Persipura mereka mendapat pengalaman baru dan saat kembali ke Papua mereka bisa dipakai membantu Persipura mungkin sebagai asisten Pelatih karena sekarang mereka dalam peningkatan kualitas mengikuti pelatihan dan kita musti bangga,” jelas Jansen.

“Saya pikir Boaz telah memberi motivasi kepada generasi muda Papua, pasti dia akan kembali ke Persipura,”

“Kita berharap, keputusan manajemen yang mengeluarkan Boaz dan Tipa masyarakat berjiwa besar untuk menerimanya,” katanya.

(Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here