<
Lintaspapua.com

Kasus Penggelapan Dalam Masa Jabatan, Mantan Bupati Keerom, Markum Terancam 5 Tahun Penjara

LINTAS PAPUA - Selasa, 29 Juni 2021 - 14:32 WITA
Kasus Penggelapan Dalam Masa Jabatan, Mantan Bupati Keerom, Markum Terancam 5 Tahun Penjara
Mantan Bupati Keerom, Muhammad Markum, ketika masih menjabat Bupati, kini ditahan pada Senin, 28/6/2021 jam. 14.00 WIT di ruang tahanan Polres Keerom. Dan Kapolres mengatakan Markum ditahan selama 20 hari ke depan untuk penanganan perkara selanjutnya. (Arief/lintaspapua) ()
Penulis
|
Editor

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Mantan Bupati Keerom,  Markum Ditahan di Sel Polres.

KEEROM  (LINTAS PAPUA) – Setelah menjalani pemeriksaan pada hari Senin (28/6/21) akhirnya Mantan Bupati Keerom periode 2016-2021, Muhammad Markum, SH, MH ditetapkan sebagai tersangka dan di kini telah di tahan di Sel Tahanan Polres Keerom.

Kapolres Keerom, AKBP. Christian Aer, SH, SIK, dalam wawancara kepada wartawan di ruang kerjanya, pada Selasa (29/6/2021). (Arief/ lintaspapua.com)

Kapolres Keerom, AKBP. Christian Aer, SH, SIK, dalam wawancara kepada wartawan di ruang kerjanya, pada Selasa (29/6/2021), dalam kasus penggelapan aset Pemda Keerom, tepatnya barang-barang yang masuk dalam daftar SIMAK Pemkab keerom, umumnya barang berupa alat rumah tangga di rumah dinas bupati keerom yang telah ditempatinya.

Diketahui, bahwa dalam keterangan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Keerom sebelumnya, Iptu Bertu Haridika Eka Anwar menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Pemkab Keerom sebagai korban yang tertera dalam LP77/III/2021/STK/Keerom.

Dimana dalam laporan awal ini terkait hilangnya barang inventaris yang ada di rumah Dinas Bupati Keerom yang sebelumnya ditempati oleh Muhammad Markum selaku Bupati Keerom.

Kapolres, AKBP Christian Aer, SH, SIK, mengatakan Pada tanggal 24 juni tim penyidik memperoleh hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Keerom terkait hilangnya aset pemda di rumah dinas Bupati yang awalnya senilai Rp. 1.001,964.000,00 menyusut menjadi Rp. 421.178.000,00, dan pada tanggal 25 juni dilakukan gelar perkara dan kini ditetapkan sebagai tersangka.

Dulu rumah dinas mantan Bupati Keerom, Muh. Markum, kini jadi rumah dinas wakil Bupati Keerom, W. Kosasih. (Aarief/lintaspapua.com)

Kasatreskrim Polres Keerom, Iptu. Harydika Eka Anwar saat menjelaskan kasus ‘’Penggelapan dalam masa jabatan’’ yang tengah ditangani Sat Reskrim Polres Keerom. (Arief/lintaspapua.com)

Dirinya mengatakan MuhammatdMarkum di tahan pada Senin, 28/6/2021 jam. 14.00 WIT di ruang tahanan Polres Keerom. Dan dirinya mengatakan Markum ditahan selama 20 hari ke depan untuk penanganan perkara selanjutnya.

” tanggal 24/6 itu hasil dari inspektorat, dan tanggal 25 begitu kita gelar perkara dan naikan status sebagai tersangka dan seterusnya kita langsung memberikan informasi kepada beliau ( Markum ) pada Sabtu ( 26/6/2021 ) untuk hadir pada Selasa (29/6 /2021) namun beliau datang di Senin ( 28/6) kemarin” kata Kapolres Keerom.

Harapannya masyarakat tetap ikuti proses hukum yang ada dan memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisan sebagai fungsi penegak hukum.

Untuk kasus pengelapan jabatan yang melibatkan mantan Bupati Keerom periode 2016-2021 itu dijerat pasal 374 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Arief/lintaspapua.com)


 

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123