Cabor Primadona NPC Papua Masih Kekurangan Atlet

0
143

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Cabang olahraga (Cabor) primadona National Paralympic Committee (NPC) Papua masih kekurangan atlet yang nantinya akan bertanding pada event Pekan Peralimpik Nasional (Peparnas) XVI. Cabor primadona yang dimaksud yakni atletik.

Ketua tim monev pembinaan dan prestasi National Paralympic Committee (NPC) Papua, Prof. Saharudin Ita, mengatakan pada cabor atletik akan mempertandingkan 201 nomor pertandingan.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, kata dia, NPC Papua setidaknya membutuhkan hasil minimal 30 persen.

“Atletik adalah nomor primadona buat kita, dan total nomor pertandingan itu ada 201. Kalau kita mau yang terbaik kita harus ambil minimal 30 persen dari angka itu, sekitar 60 – 70 medali emas,” katanya di Jayapura, Sabtu (26/6).

Namun, alih-alih untuk mendapatkan hasil maksimal, NPC Papua kini dihadapkan dengan masalah kekurangan atlet pada cabor atletik.

“Ini yang harus kita lihat realnya di lapangan, verifikasi dan nomor sama atletnya ada tidak. Ini harus diselesaikan dulu pembagian pelatih dan atlet, jangan ada pelatih yang menjelajah dan tidak fokus di satu nomor saja. Dia harus tanggung jawab. Supaya bisa dievaluasi dengan mudah. Selain itu juga kita akan melakukan kelonggaran periodesasi,” jalasnya.

Ia menilai, jika komposisi NPC Papua masih belum mumpuni untuk cabor atletik, karena masih kekurangan atlet yang sudah berpengalaman. Menurutnya, atlet atletik tidak mumpuni karena kurang adanya event.

Apalagi kata dia, untuk mencari atlet difabel tidak gampang dan banyak yang tidak mau terbuka.

“Tidak seperti atlet yang normal, difabel ini adalah merupakan satu usaha pemerintah untuk tidak mengekang harkat dan prestasi anak walaupun difabel. Kebetulan di tahun ini kita tuan rumah, kita mau yang terbaik dan setelah itu kita harus kerja keras lagi untuk memasyarakatkan NPC ini ke daerah-daerah terpencil. Dari 201 nomor pertandingan, kita tidak ada sepertiganya. Jadi kalau 15 persen difabelnya dari sekian juta. Kualitas nanti dulu karena kita masih bicara kuantitas. Kita masih kekurangan,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga mengakui jika di nomor atletik NPC Papua belum memiliki banyak SDM pelatih yang sesuai standar.

“Pelatih sudah ada dan kita sudah berikan pelatihan teknis, tapi kita masih kurang di nomor lempar. Tidak semua klasifikasi ada. Kita punya atlet dan pelatih ada, tapi tidak banyak dan belum begitu terlatih. SDM pelatih dua cabor ini yang kurang, yakni di atletik dan renang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua NPC Papua, H. Jaya Kusuma, mengatakan para perlatih dan asisten pelatih cabor atletik baru saja melakukan pertemuan untuk melakukan evaluasi.

Ia mengunkapkan, ada beberapa nomor pertandingan yang tidak masuk dalam Technical Handbook (THB).

“Saya mendapatkan informasi bahwa ada nomor unggulan kita yang nomornya tidak keluar dalam THB, pada nomor yang sebenarnya bisa menyumbangkan medali. Ini yang harus disampaikan kepada para pelatih di cabor karena ini merupakan unggulan, oleh karena itu kita lakukan pertemuan. Saya mau menyampaikan supaya dibuat klasifikasi,” kata Jaya Kusuma.

Kusuma meminta, agar nomor pertandingan yang belum terisi segera diisi oleh tim pelatih untuk nantinya dipertandingkan.

“Nomor spesial itu juga kita akan berusaha untuk dipertandingkan dan kita harus ikut, karena kita ruan rumah jadi memang harus ikut. Ini yang perlu kita sampaikan kepada pelatih. Masing-masing nomor harus beda pelatihnya supaya bisa fokus. Pembagian porsi penanganan atletnya, kalau masih kurang yah akan kita tambah lagi,” pungkas Jaya Kususma.

(Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here