Perhimpunan Lima Profesi Dokter Sikapi Melonjaknya Kasus Covid-19 di Indonesia

0
59

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Lima Profesi Dokter di Indonesia menyikapi melonjaknya Kasus Covid-19, sebagaimana baru‐ baru ini kasus COVID‐19 di Indonesia meningkat sangat tajam.

Berdasarkan data  kasus harian dari Satgas COVID‐19 pada 15 Mei 2021 angka penambahan kasus COVID‐19  yaitu 2385 kasus. Kemudian kasus perlahan meningkat dan semakin meningkat tajam,  tercatat pada tanggal 15 Juni terdapat 8161 kasus, 16 Juni terdapat 9.944 kasus dan kasus  per 17 Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus.

Jika dibandingkan dengan data 15 Mei, terjadi  peningkatan kasus pada tanggal 17 Juni sekitar 500%, diikuti dengan peningkatan kasus  kematian berkaitan dengan COVID‐19.

Berdasarkan dari Dinkes DKI Jakarta bed occupation rate (BOR) untuk ruang isolasi dan   ICU sudah hampir penuh. Data sampai tanggal 17 Juni 2021 tercatat sekitar 8000 tempat  tidur isolasi yang tersedia, sudah terisi 84% dan ruang ICU sudah terisi 74%.

Sistem  Kesehatan Indonesia dapat colaps jika pihak yang berwenang dan terlibat tidak segera  melakukan upaya‐upaya maksimal untuk penanganan COVID‐19 ini.

Berdasarkan  data  kasus  COVID‐19  harian,  sejak  diberlakukannya  Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat  (PPKM)  pada  11  Januari  2021,  kasus  pada  bulan  Februari mulai turun. Pada awal‐awal COVID‐19 hanya di Jakarta, pembatasan kegiatan  masyarakat dapat hanya di DKI Jakarta.

Namun, setelah merebak, maka pembatasan  harus  semua  wilayah,  terutama  se‐Jawa.  Pada  awalnya  pembatasan  dilakukan  oleh  pemerintah  daerah  setempat,  seperti  PSBB,  sekarang  kewenangan  ditentukan  oleh  pemerintah pusat melalui PPKM. Pemberlakuan PPKM di berbagai wilayah terutama se – jawa terlihat penurunan angka kasus pada bulan Februari.

Namun, saat ini kasus COVID19 kembali menaik tajam pada bulan Juni dan merebak di berbagai wilayah di Indonesia.

Oleh karena itu, kami perhimpunan dokter‐dokter spesialis yang terdiri dari Perhimpunan  Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia  (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi  dan  Terapi  Intensif  Indonesia  (PERDATIN)  dan  Perhimpunan  Dokter  Spesialis  Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), mendorong dan merekomendasikan :

1. Agar  pemerintah  pusat  memberlakukan  PPKM  secara  menyeluruh  dan  serentak  terutama di Pulau Jawa;

2. Agar  pemerintah  atau  pihak  yang  berwenang  memastikan  implementasi  serta  penerapan PPKM yang maksimal;

3. Agar  pemerintah  atau  pihak  yang  berwenang  melakukan  percepatan  dan  memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar;

4. Agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru COVID‐19 yang lebih mudah  menyebar,  mungkin  lebih  memperberat  gejala,  mungkin  lebih  meningkatkan  kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin. Lakukan Tracing dan Testing  dengan lebih massif.

5. Agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,  tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol  kesehatan lainnya.

Mari  kita sama sama “ menderita” dan bersama ‐ sama berusaha sangat keras dan sangat  maksimal dalam waktu yang singkat untuk kemudian bersama‐sama terbebas dari  penderitaan ini untuk  waktu yang panjang .

 

Jakarta,18 Juni 2021
Tertanda

  1.   Ketua Umum  Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR. Dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPS
  2. Ketua Umum Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), DR. Dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K‐KV,       FINASIM, FACP
  3.  Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia   (PERKI), DR. Dr. Isman Firdaus, SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FACC,FESC, FSCAI.
  4. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Prof.  DR. Dr. Syafri Kamsul Arif, SpAn, KIC, KAKV.
  5. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan,  SpA(K), FAAP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here