Tiga Venue PON XX Papua Belum Selesai, Wamen PUPR : Paling Lambat Juli 2021 Sudah Harus Tuntas

0
143

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), John Wempi Wetipo, berharap pengerjaan venue PON XX yang belum selesai dikerjakan agar dituntaskan pada Juli 2021. Venue tersebut yakni arena dayung, panahan dan sepatu roda.

Hal tersebut dikatakan John Wempi Wetipo usai meninjau venue PON XX didampinggi Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, dan juga anggota IV, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Isma Yatun, di kota Jayapura, Kamis (17/06/2021).

“Kami minta ketiga venue itu selesai secepanya agar segera diserahkan ke pemerintah daerah,” kata Wetipo

Ditambahkan, saat ini pihaknya telah menyerahkan empat arena PON XX yang sudah 100 persen selesai kepada Pemerintah Papua. Sehingga ia berharap keempat venue tersebut yakni aquatik, hoki indoor dan outdoor, istora Papua bankit dan kriket dapat dijaga dan digunakan dengan baik.

“Kami harap pemerintah daerah lebih pro aktif merawat serta mengelola venue-venue ini dengan baik. Atau sebelum PON berlangsung agar arena ini bisa didandani agar terlihat bagus,” ujar JWW sapaan akrabnya.

Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Isma Yatun, mengatakan, pembangunan empat venue tersebut yang telah dikerjakan oleh Kementrian PUPR, telah sesuai dengan spesifikasi yang ada pada data-data dan dokumen yang ada.

“Sehingga kami berharap kepada Pemerintah Provinsi Papua, untuk bisa menjaga banguanan ini, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama untuk kepentingan peningkatan kegiatan olah raga di Papua, atau diwilayah Indonesia timur secara keseluruhan,” katanya.

“Harapan yang sama juga, lewat event PON XX ini akan muncul putra putri Papua, yang berprestasi khususnya di dunia oleh raga”, tandasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, mengatakan Kementerian PUPR telah membangun venue PON dan telah diserahkan kepada Pemprov Papua.

“Bangunan ini sudah dilihat dan dinilai oleh BPK, kesesuaiannya dengan standar-standar nasional maupun internasional”, terang Diana.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Papua, dan juga masyarakat yang di wilayah timur Indonesia”, ujarnya.

“Kami berharap, aset yang sudah dibangun agar Pemerintah memperhatikan pemeliharaannya, sesuai dengan SOP.  Sehingga bangunan yang sudah kita bangun ini, tidak mangkrak dalam jangka waktu yang singkat,” pungkasnya. (Gracio)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here