Strategi Jitu George Yarangga Dorong Pertumbuhan Industri dan Perdagangan di Papua Barat

0
167

MANOKWARI (LINTAS PAPUA) –  Kepala Dinas Provinsi Papua Barat: George Yaranga mengatakan bahwa kehadiran Stafsus Presiden Billy Mambrasar, merepresentasikan kehadiran Presiden, untuk mendorong percepatan Pembangunan di Papua Barat.

George Yarangga juga menyampaikan bahwa akan ada kolaborasi strategi pertumbuhan Industri dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, antar Dinas Perindag Provinsi dengan Stafsus Billy Mambasar.

“Kita berharap kaka billy selaku stafsus presiden, kaka Billy sebagai motivator kepada generasi muda dan berbagi pengalaman seorang muda yg memilik prestasi. Banyak pengalaman yg sdah kita lihat sprti webinar atau hubungan antar lembaga banyak yg kami dapatkan. Pak zul dari bapenas (Zulfakar – Kementerian PPN/Bappenas) bilang Kalau rapat dengan pemerintah pusat, kalau kaka billy hadir semua didorong lancar. Dia bisa merajut apa yg menjadi menguhubungkan kebutuhan khususnya Papua dan Papua Barat, tanah kelahirannya,” ujar  Kepala Dinas Provinsi Papua Barat: George Yaranga, ketika memberikan harapannya, yang juga inisiator acara tersebut.

Adapun bersama-sama dengan Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, George Yarranga, bertempat di Gedung Sasana Karya, Kompleks Perkantoran Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Billy Mambrasar, memaparkan langkah-langkah strategis untuk membangun perindustrian dan perdagangan di Papua Barat, untuk mensejahterakan Orang Asli Papua (OAP) (16/06/2021).

Hadir dalam acara ini adalah Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, Bupati Kabupaten Teluk Wondama, Ir. Hendrik Syake Mambor, MM.,  Kepala Bappenas yang diwakili oleh Zulfakar, Kasubdit Papua Barat Direktorat Regional III, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, OPD dari seluruh Kabupaten yang terkait di Provinsi Papua Barat.

Data Laporan Perekonomian Provinsi Papua Barat dari BI pada bulan November 2020 menunjukkan bahwa, perdagangan Papua Barat yang terukur dari net ekspor antar provinsi tercatat negatif, yang artinya Papua Barat lebih banyak menerima barang/jasa dari daerah lain daripada mengirim. Laporan yang sama juga menujukkan bahwa Provinsi Papua Barat, per November 2020 masih dikatan provinsi berbasis net impor.

“Apabila sektor Perindustrian dan Perdagangan ini tidak stimulasi untuk bertumbuh, uang keluar dari Provinsi Papua Barat masih lebih banyak dari uang yang masuk. Bila hal ini terus terjadi, maka kesejahteraan di Provinsi ini, khususnya yang dirasakan oleh masyarakat Papua, tidak akan terwujud”, ujar lulusan Master dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional Australia ini.

Dalam rapat terpimpin tersebut, sebelum sambutan dan pembukaan resmi oleh Gubernur Provinsi Papua Barat: Dominggus Mandacan, Stafsus Billy Mambrasar menyampaikan Pesan Presiden Joko Widodo, bahwa pengembangan Industri harus terus didorong untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk Papua dan Papua Barat.

Stafsus Billy Mambrasar menyampaikan, bahwa amanah percepatan pembangunan Papua, khususnya melalui percepatan sektor ekonomi tersebut tertuang dalam Inpres No. 9 Tahun 2020. Turunan dari Inpres tersebut, adalah Rencana aksi, yang berisikan program dan langkah konkrit untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan, termasuk dari sektor perdagangan, dan perindustrian.

Billy Mambrasar menambahkan,  bahwa ada beberapa strategi yang harus dilakukan, untuk mendorong percepatan dan pertumbuhan industri yang inklusif, yaitu memberikan insentif hadirnya Industri besar di Provinsi Papua Barat, dengan kebijakan, atau insentif fiskal lainnya.

“Membuat sistem, kebijakan, perangkat hukum yang memfasilitasi kemitraan Industri dan perdagangan besar dan bisnis-bisnis kecil UMKM milik masyarakat Papua, agar kehadiran industri besar tersebut dapat menghidupkan bisnis-bisnis kecil,” ujar  Stafsus Billy Mambrasar.

Dikatakan, juga dirinya  mendorong pembangunan industri pendukung di daerah, yang dapat memberikan nilai tambah, dan dampak berganda (multiplier effect), yang dapat meningkatkan perputaran uang di Masyarakat Papua Barat.

“Tetap menjaga azas lingkungan hidup, serta selektif dalam memilih industri yang masuk, yang tidak merusak lingkungan, dan adat budaya orang asli Papua, tetapi mendorong dan mengangkat harkat dan martabatnya,” ungkap Stafsus Presiden Jokowi yang menamatkan sekolah  SMU nya di SMU Buper Waena.  (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here