Komjen Pol. Paulus Waterpauw Ingatkan Anak-Anak Jangan Siakan Harapan Orang Tua

0
150

BEKASI (LINTAS PAPUA) –  Kabaintelkam Polri, Komjen Pol. Paulus Waterpauw  menjadi pemateri pada Grand Opening Study Syawal Motivation Trainning (SSMT), di Ponpes Tahtidz Al Quran dan Hadits Nuu War Bekasi, Sabtu (12/6/2021).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun sumber daya manusia yang berlandaskan Pancasila untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua yang produktif”, tersebut dihadiri 200 santri dan santriwati.

Dalam kesempatan itu, Ust. Fadhlan Garamatan, memberikan apresiasi atas kehadiran Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Paulus Waterpauw.

“Perjuangan para narasumber yg hadir untuk bangsa dan negara ini sangat luar biasa, semoga cahaya kesuksesan terpancar kepada santri/santriwati Ponpes NUU WAAR oleh karena itu mari kita dengarkan nasehat yang di sampaikan,” ujarnya

Sementara itu, Ambasador Freddy Numberi, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya saat menjadi pembicara di pesantren yang biasanya menjadi pembicara di luar negeri, para pendiri  bangsa yang hebat sehingga bisa menyatukan dari segala perbedaan baik suku, bahasa maupun agama yang dibalut dalam Pancasila.

“Kita harus solid dalam berideologi Pancasila antar suku bangsa yang tersebat di nusantara ini untuk memajukan bangsa Indonesia. Ingat pesan Presiden Soekarno kita boleh berbeda beda tetapi harus tetap bersatu- tetap semangat dalam belajar dan tetap menjaga Pancasila karena tanpa landasan Pancasila kita bagaikan di kapal yang terombang ambing di lautan,” Kata Numberi

Masih dalam kesempatan yang sama, Kabaintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpauw, menuturkan anak adalah harapan dari orang tua. Sehingga jika kalian meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu disini itu karena ada harapan untuk berhasil. Oleh karena itu jangan sia-siakan harapan orang tua, dengarkan nasehat guru maupun senior sebab, anak yang turut nasehat pasti di sayang Tuhan.

“Alasan anak anak bisa berada disini karena Indonesia sedang aman dan damai, coba kita lihat di timur tengah yang sedang mengalami kekacauan dan peperangan. Bencana dan konflik membuat kita tidak bisa hidup aman dan damai, maka dari itu kita harus bersyukur dan beribadah kepada Alloh SWT, Kita lihat negara Suriah hancur karena adanya kelompok kelompok yang ingin menguasai negara dengan membenturkan konflik antar suku, golongan maupun agama,” kata Waterpauw.

Dirinya menjelaskan, Satu tungku tiga batu merupakan bentuk Kehidupan antar umat beragama di Papua yang di bangun di Fakfak. Perkembangan teknologi yang membesar-besarkan hal kecil hingga menjadi konflik besar, dan kesalahan doktrin yang menjadikan orang menjadi Radikal.

“Pemaknaan Pancasila sangat dalam karena merupakan pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjadi pedoman hidup, pandangan hidup, sumber hukum dan cita-cita bangsa, Kepolisian ditugaskan untuk membangun kerja sama dengan organisasi keagamaan, mendorong kegiatan keagamaan, menangkal isu isu radikalisme,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ambasadoe Freddy Numberi (Ketua Umum Forsemi Papua), Ust. Muhammad Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan (Pimpinan Ponpes NUU WAAR (AFKN)), Jhon Kabei (Tokoh Senior Papua), Nick Messet (mantan Menlu OPM), danTokoh Milenial Papua.

(Gracio)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here