Giri Wijayantoro Mundur dari NasDem, Ini Kata Dua Pimpinan DPRD

0
201
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Jayapura Drs. H. Muhammad Amin. (Irfan/lintaspapua.com)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Jayapura, Drs. H. Muhammad Amin menilai mundurnya Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro dari Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jayapura dan berlabuh di PKB itu merupakan suatu pertanda yang baik bagi partai yang dikomandoi oleh H. Abdul Muhaimin Iskandar.

Menurut Muhammad Amin, pindahnya Giri Wijayantoro di PKB menandakan sesuatu yang baik dan keputusan pindah partai itu merupakan hak politik dari yang bersangkutan.

Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro , saat diwawancara, Dari Acara Milad ke-56 dan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang Diselenggarakan Wanita Islam Kabupaten Jayapura. (Irfan/HPP)

“Kalau saya, secara politik itu haknya Wakil Bupati untuk menyebrang ke PKB dan kami di PKB terbuka untuk siapapun boleh masuk guna memperkuat partai kami. Tentunya hal ini kami mempunyai target-target untuk Pemilu tahun 2024 mendatang,” ujar Muhammad Amin saat ditemui wartawan usai memimpin Rapat Paripurna LKPJ Bupati Jayapura Tahun Anggaran 2020, di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (7/6/2021).

Kemudian, kata Muhammad Amin, keputusan Giri Wijayantoro pindah gerbong ini bisa memperkuat dan membuat PKB semakin solid.
“Insha Allah dengan masuknya pak Giri Wijayantoro ke PKB, kami makin solid. Kedepannya, diharapkan dengan kepindahannya beliau itu bisa mencapai target-target kami di Pemilu 2024 salah satunya mengusung pimpinan kami pak Muhaimin untuk maju sebagai calon presiden di tahun 2024 nanti,” katanya.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura Patrinus R. N. Sorontou. (Irfan/lintaspapua.com)

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura Patrinus R. N. Sorontou mengatakan, pindahnya Giri Wijayantoro dari NasDem ke PKB itu merupakan pikiran yang dirasakannya selama ini.

“Itu adalah pikiran atau apa yang digeluti oleh pak Wakil Bupati Jayapura. Akhirnya, beliau bisa hijrah ke PKB itu adalah pendiriannya beliau. Dengan adanya sesuatu yang terjadi dalam pemerintahan saat ini beliau yang merasakan hal tersebut. Jadi beliau bisa hijrah dari NasDem ke PKB itu adalah keputusan dan hak politik beliau, karena mungkin beliau tidak rasa nyaman di Partai NasDem, maka beliau ada hijrah ke PKB,” ucap pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura tersebut.

“Rasa ketidaknyamanan dari pak Wakil Bupati itu dari sisi (kabinet yang sarat nepotisme) itu, kalau pa Wakil Bupati rasa nyaman pasti tetap masih di NasDem dan begitupun sebaliknya kalau pa Wakil Bupati tidak rasa nyaman hingga membuat beliau hijrah ke PKB. Berarti ada sesuatu yang terjadi di dalam pemerintahan Bupati Jayapura yang sarat dengan nepotisme. Ya, ada dan sangat terasa sekali. Makanya pak Wakil Bupati bisa hijrah karena hal (nepotisme) itu,” tukas Patrinus Sorontou.

Sebelumnya, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro menyatakan mundur dari Partai NasDem dan berlabuh ke PKB. Giri telah menyampaikan hal itu kepada DPP Partai NasDem dan juga Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua yang juga selaku Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.

“Saya tidak nyaman di NasDem, sehingga saya memilih pindah partai. Saya sudah sampaikan di akhir tahun lalu kepada Bupati,” katanya. (Irf)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here