Kementerian PUPR Serah Terimakan Empat Venue PON Kepada Pemerintah Papua

0
73

JAYAPUR (LINTAS PAPUA) – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melakukan serah terima kelola aset empat aset venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX kepada Pemerintah Papua, di Jayapura, Kamis, (10/6/2021).

Keempat venue yang diserahkan yakni, Arena Aquatic, Istora Stadion Papua Bangkit, Venue Hocky Indoor, Venue Hocky aoutdoor,  dan arena Criket. Empat venue tersebut dibangun bersumber dari APBN berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 10 tahun 2017.

Kepala Balai Prasarana, Pemukiman Wiliayah Papua, Korneles Sagrim mengatakan, pekerjaan ke empat Venue PON tersebut, menelan anggaran sebesar Rp. 9,00 milar lebih

“Kami dipercayakan untuk membangun empat venue, dan dua penataan kawasan, namun untuk penataan kawasan masih menunggu selesai pekerjaan, sementara untuk venue sudah selesai 100 persen, tinggal proses finishing,” ujarnya

Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR,  Diana kusumastuti mengatakan,
yang secara virtual, Kementrian PUPR mendapatka amanah untuk pembangunan sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan PON XX Papua,  yang dalam pembangunannya menelan dana yang cukup besar dan kini telah selesai dikerjakan, pekerjaan Venue PON ini sudah sesuai dengan standar dan ketentuan pembangunan Venue.

“Kegiatan serah terima ini, sebagai upaya agar venue yang telah selesai dikerjaakan, dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaam PON XXI di Papua, saya titip pesan agar venue ini dapat dirawat di jaga, karena ini adalah aset, dan jika selesai PON  agar dapat dimanfaatkan namun tetap dirawat dengan baik,” katanya.

Sementara Sekda Papua, Dance Yulian Flassy, menuturkan untuk perawatan, pemeliharaan dan pengelolaan empat venue tersebut pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dalam menyiapkan tim.

“Pemeliharaan venue diperkirakan anggarannya senilai Rp 90 miliar untuk 15 venue, ini bukan angka yang kecil ini sudah dibuat pihak Disorda dan sudah ada di tim anggaran. Kita akan konsultasikan terkait UPT dan itu tanggung jawabnya besar. Bisa juga dikelola oleh pihak ketiga seperti Senayan, sehingga profit juga akan kita pertimbangkan supaya ada penganggaran untuk membiayai itu,” jelasnya.

“Butuh kerja keras untuk memilihara aset yang diserahkan negara kepada kita, sehingga kita dapat melakukan event-event  baik tingkat Asia Pasific, nasional maupun daerah, sehingga dapat mendatangkan pendapatan bagi daerah,” katanya menambahkan. (Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here