Roy Letlora Buka Suara Soal Perdebatan Nagita Slavina Jadi IKon PON XX Papua : Saya Heran, Harusnya Boaz Solossa Yang Dibahas

0
653

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua Bidang promosi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Roy Letlora, buka suara soal perdebatan yang menyeret nama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Pasangan suami istri tersebut merupakan ikon PON XX.

Terpilihnya Nagita dan Raffi menjadi ikon PON XX dianggap kurang tepat oleh publik Papua. Dilansir dari Suara.com menyebutkan ada empat perempuan Papua yang layak menggantikan posisi istri Raffi Ahmad tersebut.

Menurut Roy, Nagita dan Raffi dianggap tepat sebagai ikon PON XX Papua, sebab mereka berdua mempunyai followers yang cukup banyak di media sosial. Hal itu berdasarkan hasil seleksi influencer.

“Bukan cuma Nagita yang kita pakai sebagai ikon PON XX tetapi ada banyak. Kalau saya lihat ini cuma di pelintir dan di panas-panasin,” katanya.

Dirinya mengaku heran dengan adanya perdebatan soal Nagita sebagai ikon PON, harusnya kata Roy, yang dibahas itu duta PON XX Papua, Boaz Salossa. Itu harus ditanamkan dulu antara duta dan ikon.

“Dia (Nagita Slavina) dipilih jadi ikon untuk menyuarakan (mensosialisasikan) bahwa PON ada di Papua, jadi bersifat nasional ini yang diputar balikan. Saya itu heran, harusnya yang di bahas Boaz bukan mereka dua (Raffi dan Nagita) karena mereka hanya promosikan PON berlangsung di Papua,” ujarnya.

Event empat tahunan tersebut, kata dia merupakan hajatanya pemerintah Indonesia yang digelar di Papua, untuk mensosialisasikannya perlu figur tuan rumah yang berprestasi dan mempunyai semangat sebagai olahragawan.

“Presentasi dari PON Papua itu Boaz sebagai duta, Kita pilih Boaz karena dia merupakan putra Papua yang berprestasi dan punya karakter kehidupan sosial yang baik sementara Nagita hanya ikon yang menyuarakan PON ada di Papua,” ungkapnya.

Dikatakan Roy, dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, strategi marketing lebih ke digital, sebab jika ada event yang bersifat off air pastinya terkendala pada surat izin.

“Sehingga kita punya strategi marketing lebih banyak main di digital,” ujarnya.

Dengan strategi marketing menggunakan digital yang melibatkan Boaz, Raffi Ahmad dan Nagita berdampak pada pagelaraan PON XX di Papua.

“Ada dampaknya, yang tadinya ada pertanyaan PON jadi atau tidak, tetapi dengan adanya mereka sekarang tidak ada lagi pertanyaan itu yang sampai ke saya tetapi yang ada sekarang permasalahan Covid-19 di Papua bagaimana,” jelas Roy. (Gracio)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here