Pagelaran Budaya Maluku Peringati HUT Pattimura Ke-204

0
141

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Masih dalam rangkaian memperingati Hari Pattimura ke-204, Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Tanah Papua menggelar pagelaran seni budaya, Sabtu, (29/5/2021) di Hotel Horison Abepura-Padang Bulan, kota Jayapura.

Pagelaran budaya “Maluku Tanah Beta” menampilkan tarian adat dari Maluku tengah (Malteng), Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Utara (Malut).

“Memang tidak banyak yang tampil tetapi kita ambil dari sebagian saja seperti Malteng, MTB, MBD dan Malut” kata ketua Ikemal di tanah Papua, Christian Sohilait.

Dirinya menjelaskan, sebenarnya acara puncak peringatan hari Pattimura telah dilaksanakan pada 15 Mei 2021 lalu sedangkan, pagelaran seni budaya yang diadakan merupakan rangkaian yang di desain dengan nuansa yang berbeda.

“Dalam momentum ini juga untuk kita orang Maluku di tanah rantau saling bersilahturami,” ujarnya.

Ia meminta, masyarakat Maluku di Papua agar tetap menjaga diri dari penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk menjaga itu, kita sudah membagikan begitu banyak hand sanitizer dan masker,” ucapnya.

Kemudian sambung Christian, momen seperti ini dilaksanakan bertujuan untuk semua anak-anak Maluku untuk saling mengingat saudara agar supaya dapat membantu satu dengan lainnya.

“Tadi kita ada mendirikan sebuah batang pohon besar, kalau itu dilakukan satu orang tentu tidak bisa, itu seperti ketika ada masalah dan semua orang bisa membantu pasti bisa diselesaikan, intinya ada di situ,” ujarnya

Melalui momentum tersebut, dirinya mengajak semua orang Maluku ikut mensukseskan beberapa agenda nasional yang akan digelar di Papua seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Peparnas XVI.

“Kegiatan besar seperti PON kita juga akan sukseskan, dan event-event lainya,” katanya.

Ikemal di tanah Papua, jelas Christian telah menyiapkan tim guna menyambut kontingen dari Ambon. Terkait itu, pihaknya sudah menyiapkan fasilitas untuk penginapan atlet dan official yang hadir saat PON XX berlangsung.

“Kita anak-anak muda Maluku tidak mau merusak nama baik para orang tua kita yang sudah puluhan tahun tinggal dan meninggal di Papua. Kita mau jaga dan membangun Papua bersama,” ujarnya.

Dengan begitu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat Maluku mulai dari Sorong, Papua Barat sampai ke Papua dapat menjaga tiga nama, yakni keluarga, Gereja atau Masjid dan nama pribadi.

“Ini tiga hal yang saya minta, dan kita harus jaga ini dengan baik,” pungkasnya. (Gracio)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here