Bangun Komitmen Turunkan Angka Stunting, Pemkot Jayapura Gelar Rembuk Stunting

0
69

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 angka Stunting di kota Jayapura mencapai angka 34.8 persen. Angka tersebut hanya turun tiga persen di tahun 2018.

Berdasarkan data itulah Pemerintah kota Jayapura bersama steakholder terkait melakukan pertemuan rembuk stunting tingkat kota Jayapura, di Hotel Grand Abe, Kamis (20/5/2021).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan steakholder guna menyepakati bersama rencana kegiatan intervensi penurunan stunting secara terpadu dan menyeluruh serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di kota Jayapura.

Kepala Dinas Kesehatan kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan, kurang adanya intervensi dalam penanganan masalah stunting sehingga penurunan hanya mencapai tiga atau 31,4 persen.

“Dari Riskesdas tahun 2013 angka Stunting 34.8 persen dan Riskesdas tahun 2018 angka stunting turun hanya tiga persen, hal ini karena intervensi yang belum meksimal sehingga penurunan stunting hanya tiga persen atau di angka 31,4 persen,” akunya.

Ni Nyoman yang juga selaku ketua tim penanggulangan stunting kota Jayapura menjelaskan, hasil survei gizi balita tahun 2019 sebesar 25 persen namun, tahun 2020 hasil pencatatan pelaporan gizi balita masyarakat secara elektronik terjadi penurunan 15,11 persen.

Ditambahkan, menurut standar nasional target tahun di tahun 2024 penurunan stunting mencapai 14 persen.

“Untuk itu malalui pertemuan ini kami harapakan para pengambil kebijakan untuk bersama menangani secara serius masalah stunting di kota Jayapura,” katanya.

Sementara wali kota Jayapura, Benhur Tomi Mano dalam sambutannya mengatakan, pembangunan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) indonesia.

Untuk itu, diharapkan agar generasi penerus bangsa harus sehat, cerdas kreatif dan produktif.

“Jika anak terlahir sehat tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Di tahun 2021 kata Benhur, sasaran Pemkot Jayapura dalam pelayanan balita sebanyak 25.483 yang harus dilakukan pelayanan kesehatan sesuai standar di posyandu, puskesmas dan rumah sakit.

“Harapan saya setiap balita memiliki buku kartu ibu dan anak dan kartu menuju sehat (KIA dan KMS),” katanya.

Hal ini sebagai alat bantu untuk membantu tumbuh kembang anak sejak dini agar supaya jika nanti ada masalah pada pertumbuhan balita dapat terdektesi sedini mungkin untuk lakukan intervensi.

Sekedar untuk diketahui, pertemuan rembuk stunting tingkat kota Jayapura, diahadiri seluruh pimpinan OPD, Bkkbn Provinsi Papua, Unicef, kementrian agama, BUMN/BUMD, PKK, GOW, dan perwakilan akademisi. (Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here