Resmikan Pasar Induk Regional Youtefa, Wali Kota BTM Minta Pedagang Jaga Fasilitas Pasar

0
135

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wali kota Jayapura, Benhur Tomi Mano resmikan UPTD Pasar Induk Regional Youtefa dan dua tempat pelayanan koperasi, Kamis, (20/5/2021). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti

Dalam sambutannya, wali kota Benhur mengatakan, pasar Induk Regional Youtefa dibangun karena keluahan masyarakat. Sebab di tempat sebelumnya (pasar youtefa lama) sering mengalami kebanjiran.

“Hujan turun sekitar 30 menit sudah banjir semua barang dagangan busuk tempat jualan terendam, untuk itu pemerintah bangun pasar yang baru di tempat yang bebas banjir,” ujarnya.

Apalagi kata Benhur, pasar lama itu pedagang mama-mama Papua berjualan di pinggiran jalan ditengah terik matahari dan seringkali menghirup debu.

“Untuk itu saya, mengajak seluruh pedagang mana – mama Papua untuk berjualan di dalam pasar agar tidak kena hujan, panas dan debu,” pinta BTM sapaan akrabnya.

Meski demikian, pasar Youtefa yang baru masih terdapat kekurangan seperti listrik air dan los akan tetapi kata BTM, pihaknya akan secepatnya melengkapai fasilitas tersebut.

“Kalau ada yang kurang itu hal biasa, nanti kekurangan air dan sebagainya akan diusahakan supaya PDAM juga masuk,” kata BTM.

Ia menegaskan, kepada masyarakat adat untuk tidak masuk di dalam areal pasar dan mengklaim tanah miliknya, karena seluruh tanah di areal pasar milik pemerintah kota.

“Jadi bukan lagi milik masayarkat adat,” singkatnya.

Ia meminta areal pasar Youtefa baru nantinya akan ditata agar kelihatan asri, hijauh dan bersih. Bahkan kata BTM, semua pedagang yang menggunakan bahu jalan di depan pasar akan diarahkan berjualan di dalam pasar.

“Saya juga minta jangan ada yang buat rumah untuk tempat tinggal di dalam pasar. Jika ada, Satpol PP segera bongkar,” ujarnya.

Saya juga minta, Semua pedagang dapat merawat pasar dan fasilitas yang telah disediakan dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM, Robert Awi mengatakan,luas laha pasar Youtefa baru seluas lima hektare dan udah sudah menjadi milik Pemkot.

Kata Robert Awi, pembangunan pasar dimulai sejak tahun 2016 dan selesai di tahun 2019.

“Sebabnya adalah, kekurangan anggaran, baik yang ada pada Pemkot Jayapura, maupun pemerintah pusat karena wabah pandemi Covid – 19,” ujarnya.

Terkait dengan kekurangan yang ada dirinya mengakui, ada beberapa titik yang tidak bisa optimal dalam pemanfaatan listrik, terutama instalasi pengelolaan air limbah.

“Tempatnya di los mama – mama Papua, penjualan ikan, ayam, daging sapi maupun daging babi dan sayur serta buah,” jelasnya.

Sementara bagi padagang dari Koya dan Arso serta dua unit tempat pelayanan koperasi yang masing-masing terletak di kelurahan Vim dan Waena. (Gracio)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here