BPOM Di Jayapura Tak Temukan Bahan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

0
166

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan intensifikasi pengawasan pangan dan takjil menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021.

Kegiatan tersebut dilakukan salama enam minggu, mulai 5 April hingga 21 Mei 2021. Hal tersebut dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khususnya saat Bulan Remadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Balai BPOM Mojaza Sirait kepada wartawan, Senin (10/5/2021) mengatakan, intensifikasi pengawasan dilakukan bersinergi dengan OPD terkait di seluruh Kota dan kabupaten di Provinsi Papua.

Ia menjelaskan, sasaran pengawasan pada gudang distributor, pengecer, retail (toko/warung), supermaket, pasar (tradisional) penjual parsel dan penjual takjil.

“Target pengawasan untuk pangan olahan yaitu pangan tanpa Ijin edar (TIE), pangan olahan kadaluwarsa, pangan rusak (laleng penyok/berkarat),” ujarnya.

Sirait menyebutkan, untuk takjil, Balai Besar POM telah disampling dan diuji 439 sampel dari kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom.

“Hasilnya tidak ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya,” katanya.

Sirait mengakui, meski tidak ditemukan zat berbahaya, namun ada beberapa pedangan tingkat kebersihannya kurang, baik perelatan maupun cara penyajiannya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat khususnya penjual takjil agar kedepan dapat memperhatikan hal tersebut.

“Saya minta bagi penjual untuk perhatikan kebersihan saat penyajian maupun peralatan yang digunakan saat menjual barang dagangannya,” pungkasnya. (Gracio)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here