CADOS : Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah

0
103

CADOS (KUDUS)
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”Matius 5:8

Arti KHADOS atau KUDUS adalah dikhususkan atau dipisahkan atau dimurnikan atau disucikan. Mengapa kita harus dikhususkan? Karena Tuhan itu Kudus, Ia ingin hidup kita dikhususkan bagi-Nya. Hari ini banyak orang mengaku beribadah dan percaya kepada Tuhan, tetapi hatinya jauh dari Tuhan. Tanpa kekudusan (kemurnian hati) kita tak bisa datang kepada Tuhan. “Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,” (Yesaya 29:13).


Kita telah kehilangan kepekaan, tak ada greget dan kerinduan akan kehadiran Tuhan. Hati umat manusia telah jauh dari Tuhan. Kesenangan duniawi dan hidup agamawi telah menghalangi kemampuan merasakan kehadiran Tuhan. Mata hati kita telah dibutakan. Hari-hari ini hidup dalam gelimang dosa dan kemunafikan adalah hal biasa. Tak ada lagi kesadaran bahwa ada kehidupan kekal setelah kematian dan bahwa semua perbuatan harus dipertanggung jawabkan.

Semoga COVID menjadi alat bantu Tuhan untuk mengtriger dan mengingatkan kita bahwa kita telah kehilangan kekudusan. Ada penghalang di hati kita untuk bisa melihat dengan perspektif kekekalan. Penghalang itu bisa berupa pekerjaan, harta, hobi, bahkan pelayanan di rumah ibadah. COVID adalah cara Tuhan untuk mengingatkan kita betapa hati kita telah jauh dari Tuhan, kita lebih tertarik kepada hal yang kelihatan yang bersifat sementara daripada yang tak kelihatan yang bersifat kekal.

Rasul Paulus dengan hatinya lebih memperhatikan yang tak kelihatan atau yang bersifat kekal. “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2 Korintus 4:18)
Seperti halnya penderita COVID yang harus diisolasi supaya tidak menularkan hal yang negatif. Kita seharusnya diisolasi, dikhususkan/dimurnikan motivasi hati dan tindakan kita, supaya kita bisa melihat dengan hati, hal-hal yang tidak kelihatan. Hal yang tak kelihatan adalah nilai baik di dalam kehidupan, seperti: Kasih , Kesabaran, Kejujuran, kemurahan , kesetiaan. Dan semua ini bersifat kekal. Sadari COVID telah dipakai Tuhan untuk mengarahkan kita supaya hidup kudus, hidup dengan motivasi hati yang murni. Amin (DD)

Questions:
1. Mengapa hati kita lebih tertarik memperhatikan yang kelihatan daripada yang kekal?
2. Apakah untungnya kita lebih tertarik kepada yang tak kelihatan? Bisakah kita tertarik kepada yang tak kelihatan?

Values:
Menjadi warga Kerajaan artinya melatih mata hati untuk dapat melihat yang bersifat kekal.

Dengan mata jasmani kita dapat melihat yang kelihatan, tapi hanya dengan mata hati atau mata rohani kita bisa melihat yang kekal.
“sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
__ Efesus 3.17-19

Rasul Paulus mengajarkan kita untuk bersatu dalam kasih, menjadi satu kesatuan yang kokoh. Lebih dari sekedar mampu memahami misteri alam semesta yang tidak tidak terduga atau memahami pengajaran Alkitab; terlebih penting adalah untuk bisa membagikan kasih Kristus pada setiap kesempatan yang datang kepada orang lain. Memperkenalkan Kasih Kristus melalui kehidupan kita, sehingga orang lain juga diberkati dan berkesempatan untuk mengenal Kristus.

Pengetahuan adalah baik adanya, namun Kasih jauh melebihinya. Kekuasaan dan kekuatan bisa membantu, akan tetapi Kasih jauh lebih bisa membantu. Pengalaman kehidupan mengajarkan kita banyak hal, namun kasih mengajarkan kita untuk menggunakan apa yang ada pada kita, menggunakan apa yang sudah kita terima untuk memberkati orang lain.

Marilah kita hidup sesuai dengan kehendakNya, yaitu berkehidupan penuh dalam kasih dan menjadi berkat bagi sesama kita. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here