TPID Kota Jayapura Segera Lakukan Kerjasama Antar Daerah Datangkan Stok Cabai

0
159

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (22/4/2021) terkait harga bahan pokok di pasar tradisional dan modern. Pelaksanaan sidak di tiga lokasi yakni pasar Tradisional Hamadi, Bulog dan hypermart Mall Jayapura yang dipimpin  wali kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga, mengungkapkan dari hasil pemantauan jika dilihat dari angka inflasi di kota Jayapura sejak Januari-Maret 2021 menunjukan tren peningkatan. Setelah dianalisis kata Naek, disebabkan oleh dua komoditas utama yakni cabai rawit merah dan ikan ekor kuning.

“Itu yang menjadi persoalan sekarang harga cabai merah kriting dan cabai rawit tinggi,” katanya usai melakukan sidak.

Terkait itu, pihaknya telah melakukan upaya kerja sama antar Daerah untuk mendatangkan stok cabai dari daerah sentra apakah Sulawesi Selatan atau Jawa Timur.

“Itu akan kita lakukan segera untuk menstabilkan harga cabe di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya. Kami sangat optimis dengan pengendalian seperti itu,” katanya.

Tingginya harga cabai merah dan ikan ekor kuning diterangkan Naek, dipengaruhi oleh iklim yang kurang bersahabat pada Januari hingga Maret. Dimana gelombang laut dan curah hujan yang sangat tinggi.

“Akibat dari gelombang laut mengakibatkan nelayan sulit melakukan penangkapan ikan dan curah hujan yang tinggi itu mengakibatkan komuditas holtikultura terutama cabai rawit yang biasa di penuhi oleh pasar lokal di Kabupaten Keerom ternyata mengalami kebusukan dan itu mengakibatkan tekanan harga yang luar biasa,” jelasnya.

Kendati demikian kata dia, dari hasil pemantauan di pasar tradisional dan Modern seluruh kebutuhan pokok lainnya relatif stabil seperti telur, daging ayam dan bawang.

Ditambahkan, sementara untuk stok beras dan kebutuhan lainnya di kota Jayapura relatif aman.

“Kami melihat dari sisi potensi inflasi beras tidak menimbulkan gejala, jadi stok cukup malah sekarang itu penen dimana-mana sehingga tidak ada gejolak harga,” kata Naek.

Kedepan sambung Naek, jika operasi pasar dilakukan oleh BUMN atau perbankan tidak mentup kemungkinan dapat membantu masyarakat dengan membuat paket sembako murah yang akan di disteibusikan tentunya dengan mentaati prokes yang ketat.

Dengan upaya seperti ini, ia meyakini kota Jayapura dapat melakukan stabilitasi harga dalam empat koridor yakni keterjangkauan harga, kecukupan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

“Jadi 4K, dan kami punya tag line adalah pace juara Jayapura Hebat, pengendalian cepat menuju papua satu harga,” katanya.

Sementara wali kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, meminta kepada semua pasar Tradisional maupun modern di kota Jayapura supaya mengontrol harga sembako menjelang hari raya idul fitri.

“Jangan sampai tiga hari menjelang idul fitri para distributor menaikan harga,” pinta wali kota.

Untuk itu, wali kota yang akrab di sapa BTM ini mengingatkan, kepada para distributor jangan menimbun barang. Sebab jika kedepatan maka akan diberikan sanksi dan teguran.

“Kami akan bekerja sama dengan satgas pangan dari Polresta Jayapura kota kita akan lakukan operasi, kalau kedepatan ada yang menimbun barang maka diberi sanksi,” uangkapnya.

Pemerintah kota Jayapura terus akan mengontrol ketersediaan sembilan bahan pokok dan kestabioan harga di pasar apalagi kita sedang dihadapkan dengan Covid-19. (Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here