Keerom, Pegubin dan Merauke Dorong Adanya Asosiasi Bupati/Walikota Perbatasan

0
97

Ketiga bupati yang menggagas adanya Asosiasi Bupati Kabupaten Perbatasan, yaitu Piter Gusbager, SHut, MUP. (Bupati Keerom), Spey Yan Birdama (Bupati Pegubin) dan Romanus Mbaraka (Bupati Merauke). (Arief/lintaspapua.com)

 

Dalam Rangka Percepatan Pembangunan dan Peningkatan kesejahteraan Kawasan Perbatasan.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan RI-PNG, maka tiga bupati dari kawasan perbatasan menggagas adanya asosiasi bupati/walikota kawasan perbatasan negeri.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP. (Arief/lintaspapua.com)

Ketiga bupati tersebut adalah Piter Gusbager, SHut, MUP. (Bupati Keerom), Spey Yan Birdama (Bupati Pegubin) dan Romanus Mbaraka (Bupati Merauke). Dalam sebuah kesempatan di Jayapura pada Jumat (16/4/21) kemarin, ketiganya menyampaikan bahwa sebagai beranda terdepan NKRI, maka sudah saatnya kawasan perbatasan ditingkatkan percepatan pembangunan kawasannya.

Bupati Pegunungan Bintang, Spey Yan Birdama. (Arief/lintaspapua.com)

‘’Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku Bupati Keerom, menyampaikan bahwa kami, bupati dari tiga kabupaten di kawasan perbatasan, ingin menyammpaikan bahwa kami bertiga sepakat untuk kita akan membuat asosiasi bupati/walikota kawasan perbatasan, yang rencananya akan kita gelar pertemuan perdana di Merauke dalam waktu tak lama lagi,’’ujar Piter Gusbager, dalam kesempatan wawancara media di Jayapura, pada Jumat (16/4/21) kemarin.

Ia menambahkan bahwa dalam asosiasi tersebut intinya adalah untuk menggagas dan membahas agenda-agenda untuk kepentingan peningkatan dan percepatan pembangunan. ‘’Serta tentunya untuk kemajuan masyarakat di kawasan perbatasan,’’lanjutnya.

Pada kesempatan berikutnya, Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spey Yan Birdama, mengemukakan bahwa konsep pembangunan bahwa perbatasan adalah beranda terdepan NKRI telah ada, namun kenyataannya sampai saat ini pembangunan di kawasan perbatasan belum terlihat ada peningkatan yang berarti.

‘’Pembangunan dengan konsep perbatasan sebagai beranda terdepan NKRI sudah ada, demikian juga badan perbatasan ada, tapi di Papua kita lihat ini belum menjadi isu strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan, sehingga ide ini tentunya harus kita dukung, dan wadah ini untuk mempercepat pembangunan dan kerjasama antar kawasan perbatasan,’’ungkapnya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. (Arief/lintaspapua.com)

Sedangkan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, mengemukakan sangat setuju dengan ide untuk adanya asosiasi Bupati/Walikota Perbatasan. Menurutnya seharusnya kawasan perbatasan menjadi kluster untuk pengembangan ekonomi kawasan.

‘’Beberapa hari lalu saya berbicara dengan Mendagri, soal kawasan perbatasan jadi kluster ekonomi terpadu baik secara eksternal maupun internal. Dengan PNG walaupun dimulai dengan aktivitas dagang tradisional selanjutnya bisa makin mendunia, ini salah satu contohnya,’’ujarnya.

Karenanya, kemudian mereka bersepakat untuk mendesign satu konsep agar pembangunan di Papua khususnya di perbatasan bisa didorong secara integrative. ‘’Kita juga sepakat akan lakukan pembahasan lebih detil di Merauke dalam waktu dekat ini,’’ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa hal ini akan disampaikan dan di koordinasikan dengan Gubernur, DPRP dan MRP kedepannya. ‘’Tapi kita coba dulu untuk bagaimana secara internal dibahas sebelum bawa ke tingkat yang lebih tinggi,’’pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here