PB PON XX 2021 Papua Gelar Ebamukai untuk NTT

0
30

Ketua Harian PB PB PON XX tahun 2021 Papua, Yunus Wonda, memimpin Ebamukai bagi korban bencana badai siklon tropis seroja di NTT di sela-sela penutupan CdM Meeting II di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (9/4/2021) malam. (Irfan /LPC)

 

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Gelaran Chief de Mission (CdM) Meeting II PB PON XX/2021 Papua pada Jumat, 9 April 2021 di Suni Garden Lake Hotel and Resort Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura telah berakhir dengan sukses.

Selain menghasilkan beberapa masukan atau catatan-catatan kepada PB PON XX/2021 Papua sebagai tuan rumah penyelenggara iven olahraga terakbar di Indonesia ini, forum CdM Meeting II ini melakukan sumbangan sukarela atau Ebamukai bagi korban bencana alam badai siklon tropis Seroja di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur di sela-sela penutupan CdM Meeting II PON XX/2021 Papua.

Ebamukai ini dipimpin langsung oleh Ketua Harian PB PON XX Tahun 2021 Papua, DR. Yunus Wonda, SH, MH, dan diikuti para Ketua KONI maupun delegasi kontingen PON XX 2021 Papua dari 33 provinsi di Indonesia diluar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pria yang juga Wakil Ketua I DPR Papua ini saat memberikan sambutan pada penutupan acara menyampaikan, bahwa melihat sebagian wilayah Indonesia yang dilanda bencana, PB PON XX 2021 Papua tergerak untuk ikut peduli dan berkontribusi memberikan bantuan.

Untuk itu, panitia pelaksana CdM Meeting II dalam hal ini PB PON XX/2021 Papua menggelar Ebamukai atau sumbangan sukarela untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur.
Lanjut Legislator Partai Demokrat Papua ini mengatakan, Ebamukai adalah adat dan budaya masyarakat di Provinsi Papua, untuk melakukan sumbangan sukarela bagi korban bencana di NTT.

“Ebamukai ini akan kami serahkan langsung kepada saudara-saudara kita yang ada di NTT,” katanya.

“Jadi memberi bukan persoalan nilai, bukan juga persoalan uang. Tapi, persoalan hati kita untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam di NTT. Mereka membutuhkan uluran tangan kita dan membutukan kasih kita. Mereka tak butuh besarnya nilai, tetapi hati kita untuk menolong mereka disana. Karena mereka bagian dari saudara-saudara kita,” ujarnya.

Untuk diketahui, badai siklon tropis seroja di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Selasa (6/4/2021) lalu, mengakibatkan 49 jiwa meninggal dunia, 22 orang mengalami luka-luka, 23 orang dinyatakan hilang dan sebanyak 256 orang mengungsi. Sementara di Kabupaten Lembata itu tercatat korban meninggal dunia sebanyak 16 orang, kemudian 51 orang dilaporkan meninggal dunia, 98 orang alami luka-luka dan 958 orang harus mengungsi. (Irf)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here