Hendaklah Kebaikan Hatimu Diketahui Semua Orang : Lakukan Dengan Setia

0
60
Hari Pentakosta: Roh Kudus Dicurahkan (1) Baca: Kisah Para Rasul 1:1-26 "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8) Setelah bangkit dari kematian, selama 40 hari Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya dan juga orang-orang untuk membuktikan bahwa Dia benar-benar hidup. Dan kemudian Ia pun naik ke sorga. Namun sebelum naik ke sorga Tuhan Yesus meninggalkan pesan kepada murid-muridNya (ayat nas), dan selang sepuluh hari kemudian apa yang di janjikan Tuhan itu pun digenapiNya. Hari di mana Roh Kudus dicurahkan bagi umatNya inilah disebut hari Pentakosta. Dicurahkannya Roh Tuhan ini juga merupakan penggenapan dari apa yang disampaikan oleh nabi Yoel, "...Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan." (Yoel 2:28-29).  Adapun pencurahan Roh Kudus ini terjadi di Yerusalem. Mengapa di Yerusalem? Sebab selama berada di bumi Tuhan Yesus menghabiskan banyak waktunya untuk melayani dan juga mengajar tentang firman di Yerusalem. Hal ini juga telah disampaikan oleh nabi Yesaya ribuan tahun sebelumnya, "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem." (Yesaya 2:3). Itulah sebabnya Yesus melarang murid-muridNya meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka untuk tinggal di situ menantikan janji Bapa tersebut. "Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem." (ayat 12). Ada sekitar 120 orang yang berkumpul di sebuah ruangan atas. Untuk mengalami lawatan Roh Tuhan kita tidak boleh 'meninggalkan Yerusalem', artinya harus bertekun dalam pengajaran firman Tuhan dan merenungkan itu siang dan malam. Dapatkan renungan dan ilustrasi kristen terlengkap serta update setiap hari. Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kristen.renunganilustrasi. (ISTIMEWA)

“Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria…. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.”Kisah Para Rasul 8:1,4

Pergantian menteri agama yang baru disambut gembira berbagai umat beragama di Indonesia. Pernyataan dan kebijakan awalnya segera viral di berbagai medsos disambut gembira berbagai pihak. Konon kabarnya ijin mendirikan tempat ibadah yang selama ini terhambat baik oleh masyarakat maupun oleh pejabat setempat, akan didata yang kemungkinan akan diberi kemudahan.

Tentu saja hal ini dianggap sebagai jawaban doa, yang mana selama ini gereja terhambat pertumbuhannya oleh karena peraturan-peraturan yang berlaku sebelumnya.

Namun benarkah pertumbuhan gereja terhambat karena ulah sekelompok orang yang menentang pendirian gedung-gedung gereja? Apakah pertumbuhan gereja berkaitan dengan pendirian gedung-gedung fisik? Kalau kita memperhatikan sejarah gereja sejak awal, justru hambatan, penganiayaan bahkan pembunuhan menjadi warna pertumbuhan gereja. Bahkan semua rasul mengalami persekusi dan hanya Yohanes yang mati karena usia. Yang lain, semuanya mati menjadi martir.

Tetapi apakah pertumbuhan gereja terhambat? Justru semakin dihambat semakin merambat sehingga kerajaan Romawi pada masa itu kewalahan dengan pertumbuhan gereja yang luar biasa. Sehingga pada akhirnya karena alasan politis, Kristen ditetapkan menjadi agama negara oleh kaisar Konstantin.

Semua orang diwajibkan menjadi Kristen, gereja yang tadinya berada dibawah tekanan, tiba-tiba tampil menjadi kekuatan baru sehingga gereja dipenuhi jemaat yang bukan karena pertobatan tetapi karena undang-undang.

Tokoh-tokoh gereja yang tadinya buronan, sekarang menjadi orang penting berlimpah fasilitas yang tentu saja secara manusia, itu sangat menyenangkan.

Tidak ada lagi tantangan, tidak ada lagi kesulitan. Gedung-gedung ibadah dibangunlah dengan megahnya, termasuk Hagia Sofia di Istanbul. Tetapi tanpa disadari akibatnya, gereja yang tadinya rohani perlahan tapi pasti menjadi duniawi dan sejarah mencatat itulah masa gereja memasuki jaman kegelapan.

Dengan demikian, jelaslah apa yang tertulis dalam Markus 4:19, “lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”


Bukan tekanan atau kesulitan, tetapi seringkali kelimpahan dan kemewahanlah yang menjadi musuh iman Kristiani. Covid-19 seharusnya menyadarkan kita bahwa kemegahan lahiriah menjadi tidak ada artinya. Gedung-gedung mewah nan megah tidak bisa lagi digunakan sebagai sarana peribadatan. Oleh karena itu, jika saat ini anda dalam tekanan dan kesulitan, bersyukurlah karena dalam kelemahan dan kesulitanlah kuasa Allah menjadi nyata. Amin (LS)

Questions:
1. Apakah kenyamanan yang kita alami sebagai pertanda bahwa iman kita sedang dalam masa suram?
2. Bagaimana sikap Anda jika sedang dalam kenyamanan hidup?

Values:
Gereja Tuhan seharusnya makin dihambat semakin merambat (bertumbuh pesat)

Gereja yang kuat adalah gereja yang ada dalam tekanan bukan kemudahan.

“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!”
__ Filipi4.5

Hidup di jaman sekarang tidak hanya dipenuhi dengan polusi dari pabrik industri, melainkan juga penuh dengan polusi suara, polusi informasi dan ambisi.

Kita tanpa sadar di dorong untuk bergerak terus, mengejar kesempurnaan yang semu. Mengejar kesempurnaan walau harus menimbulkan konflik, walau harus saling sikut menyikut. Tanpa disadari kita menjadi semakin hari semakin egois. Semakin sensitif dengan penilaian orang lain; namun makin apatis dengan kebutuhuan orang lain.

Tapi Kristus mengajarkan kita untuk tetap menjaga hati kita, dan menunjukkan kebaikan dengan cara bersikap lembut, menahan diri untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap luka, pelanggaran dan penghinaan yang mungkin datang dalam kehidupan kita.

Tuhan adalah teladan dan penghiburan kita. Ia tahu apa yang kita rasakan karena sesungguhnya Yesus merasakan semuanya dan bahkan lebih dari kita alami. Ia adalah pengharapan dan kekuatan kita.

Ia akan datang, tetaplah setia dalam perbuatan baikmu karena itulah yang dikehendaki Tuhan dari kita. Lakukanlah dengan setia, supaya Ia mendapati kita terus setia hingga garis akhir. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here