Catatan Peserta CdM Meeting II PON XX Bagi Tuan Rumah Papua

0
75

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pelaksanaan Chief de Mission (CdM) Meeting II resmi ditutup oleh Ketua Pengurus Besar Pekan Olahrga Nasional (PB PON) XX Papua, Yunus Wonda, Jumat (09/04/2021).

Berbagai catatan serta masukan dalam pelaksanaan CdM Meeting II dari para 33 delegasi Provinsi menjadi perhatian dari tuan rumah PON XX Papua.

Yunus Wonda mengatakan, catatan yang diberikan para delegasi dari 33 Provinsi se-Indonesia dalam CdM meeting II PON XX Papua, ini menjadi hal yang positif dan sangat penting bagi tuan rumah.

“Itu menjadi catatan kami dalam persiapan kami sebagai tuan rumah. Kami belum bisa katakan 100 persen siap, tetapi kami terus bekerja untuk mensukseskan PON XX di tanah Papua”. Katanya.

Berikut beberapa catatan dan masukan dari peserta CdM Meeting II PON XX Papua.

Perwakilan DKI Jakarta, Chaironi menilai persiapan Papua sebagai tuan rumah PON XX layak diberi apresiasi. Sebab pada CdM Meeting I terdapat banyak kekurangan.

“Sekarang bagaimana PB PON bisa merealisasikan apa-apa yang menjadi masukan dari KONI yang lain. Kami harap PON XX Papua sukses dan bisa melahirkan atlet nasional dan Internasional,” katanya usai acara penutupan CdM Meeting II, Jumat.

Apresiasi kepada PB PON XX Papua, juga datang dari Kepala Sekretariat KONI Sulawesi Tengah Edison Ardiles. Menurutnya, paparan dari masing-masing bidang PB PON di setiap kluster sudah sangat siap.

Ardiles berharap, event empat tahunan tersebut bisa lebih baik dari PON sebelumnya dan di tingkat Asia.

Ketua Umum II KONI Kalimantan Barat, Z. Sarpani mengatakan, dalam pelaksanaan ada kekurangan. Tetapi itu merupakan hal yang biasa terjadi. Namun banyak perubahan yang dilakukan PB PON.

“Kami harap permasalahan yang telah dibahas dalam CdM nanti bisa diatasi. Intinya kami siap mendukung dan menyukseskan PON di Papua,” kata dia.

Sementara, catatan kepada PB PON XX Papua dari KONI Sumatera Utara yakni permasalahan trasportasi. Dimana perjalanan ke Papua memakan waktu 20 jam, belum lagi harus berebut dengab kontingen dari daerah lain karena keterbatasan armada angkutan udara.

“Kami masih pertimbangkan, apakah nanti kami transit di Jakarta, Makasaar ataukah Bali dan kemudian sampai di kluster penyelenggara PON,”

“Meski demikian kami yakin PB PON mampu mengatasinya,” katanya. (Gracio/lintaspapua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here