Bupati Piter Gusbager Minta RTRW Keerom Diselesaikan Tahun ini

0
423

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dan Wakil Bupati, Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi saat memimpin rapat lanjutan pembahasan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Keerom di Arso Grande Hotel, Keerom, Selasa (05/04/2021). (Arief/lintaspapua.com)

Karena RTRW adalah pijakan dasar untuk membuat RPJMD, Semua Kendala Akan Diselesaikan Juga.

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, memimpin rapat koordinasi dalam rangka penyusunan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Kabupaten Keerom yang dilaksanakan pada Selasa (6/4/2021) di Arso Grande Hotel.

Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi.(Arief/lintaspapua.com)

Turut mendampingi pada rapat ini, Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi. Adapun peserta rapat terdiri dari TAPD, yaitu Sekda Keerom, Daniel Pasanda, Kepala BPKAD, Trisiswanda Indra, Kepala Inspektorat Keerom, Vincensius Jehandu, mewakili Bappeda, Suyitno, juga Ketua Tim Penyusunan RTRW (Akademisi), Zulfikar Maryadi.

Bupati Keerom dalam arahannya, mengemukakan bahwa rapat koordinasi penyusunan RTRW dilaksanakan karena penyusunan RTRW adalah hal penting dan mendasar sebelum menyusun RPJMD Kabupaten Keerom.

Suasana Rapat. (Arief/lintaspapua.com)

‘’Sesuai peraturan dan ketentuan bahwa Kepala daerah harus menyelesaikan RPJM dan visi-misi, dan sejak 2019 selama ini RTRW yang digunakan dilakukan peninjauan kembali, saat kita sudah masuk pada revisi RTRW kita. Dalam proses ini kita focus untuk memperbarui peta-peta, baik itu peta dasar, peta tematik dan peta rencana,’’jelasnya.

 

Dia menambahkan, bahwa RTRW bukan sekadar dokumen berisi gambar dan warna lalu diberi angka dan disimpan dilaci.

‘’Tapi ini dokumen yang hidup yang berisi seluruh kepentingan masyarakat keerom untuk pembangunan jangka menegah sampai jangka panjang. Juga menjadi dokumen hukum bagi pemerintah dalam mengendalikan pembangunan dan pemanfaatan ruang di Kabupaten Keerom,’’tegasnya.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP,, saat memimpin rapat. (Arief/lintaspapua.com)

Ia menambahkan, untuk tahun ini dalamnya ada RDTR atau rencana detil tata ruang, karena ada batasan mengenai luasannya, maka kawasan Yowong akan dibuatkan RDTRnya sendiri terpisah dari Arso.

‘’Karena Yowong itu pentu gerbang Keerom dan merupakan kawasan strategis bagi Kabupaten Keerom. Intinya, pembuatan RTRW ini kita akan seriusi dan beri dukungan anggaran, bagi Pemkab Keerom, RTRW ini harus final, segera kita dorong ke DPRD selanjutnya ke pusat untttuk segera diundangkan menjadi Perda,’’pungkasnya.

Ketua Tim Penyusun RTRW yang juga Akademisi dari UNIPA, Zulfikar Maryadi, (Arief/lintaspapua.com)

Sementara Ketua Tim Penyusun RTRW yang juga Akademisi dari UNIPA, Zulfikar Maryadi, mengemukakan untuk penyelesaian RTRW saat ini yang perlu diselesaikan adalah tentang batas wilayah.

‘’Karena itu syarat administrais untuk susun peta tematik, peta rencana dan peta dasar, juga input dari OPD untuk struktur dan pola ruang, misalnya dinkes akan membangun Puskesmas, tentunya Dinas PU sudah harus sediakan jalan, karena semua OPD harus terhubung dalam pembangunan, seperti yang pak bupati bilang, bahwa tak ada pembangunan apapun yang tak menggunakan ruang,’’ujarnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here