Yakenpa dan Unicef Inisiasi Program PAPUA BISA  di Kabupaten Jayapura dan Mamberamo Tengah

0
183
Suasana Lokakarya pengenalan program Papua Benahi Sanitasi (PAPUA BISA). (Fransisca/lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Lokakarya pengenalan program Papua Benahi Sanitasi (PAPUA BISA) merupakan sebuah upaya percepatan kampung stop buang Air besar sembarangan (BABS) di Kabupaten Jayapura dan Mamberamo Tengah.

Inisiasi lokakarya ini adalah Yayasan Noken Papua (Yakenpa) dan Unicef melibatkan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dinas PU, dinas PUPR, serta Bapeda Provinsi Papua, untuk mewujudkan masyarakat hidup sehat, sadar kebersihan, Selasa (6/4/2021) Hotel Fox Jayapura.

Tampak Suasana Pembukaan Kegiatan. Inisiasi lokakarya ini adalah Yayasan Noken Papua (Yakenpa) dan Unicef melibatkan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dinas PU, dinas PUPR, serta Bapeda Provinsi Papua, untuk mewujudkan masyarakat hidup sehat, sadar kebersihan, Selasa (6/4/2021) Hotel Fox Jayapura. (Fransisca / lintaspapua.com)

Kepala perwakilan UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan menjelaskan tujuan dari lokakarya sekaligus alasan memilih Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mamberamo Tengah target Program Papua Bisa.“Hari ini kita membuat perencanaan sama-sama, apa yang di lakukan, kira-kira kontribusi bisa di lakukan dari sektor terkait tidak hanya dari Dinas kesehatan saja, tapi dari instansi lain seperti Bapeda, Dinas PU dan lainnya.Mamberamo Tengah sudah menunjukkan komitmen yang bagus untuk elemenasi BABS 6 kampung sudah deklarasikan bebas dariBABS .Sedangkan Kabupaten Jayapura sudah mendeklarasikan 44 dari 144 sudah bebas menujukan komitmen terus menerus dari Tahun sebelumnya.Unicef ingin terus mencapai hingga 100% bebas BABS,”Jelasnya.

Kepala bidang kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, Helda Walli mengatakan perlu kerjasama beberapa pihak untuk kampung bebas BABS 2021 ini di Mamberamo tengah.“Namanya perubahan perilaku, sekarang yang membangun WCnya siapa? Air bersihnya dari mana? ini perlu kolaborasi dengan PU, perumahan, kita kolaborasi terus optimis bisa komitmen terapkan kampung bebas BABS. Saat ini masyarakat yang mempunyai jamban sekitar 40%, dan tahun ini kita target 10 kampung bebas BABS,”Tutupnya.(Fransisca/lintaspapua.com)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here