MENGALAHKAN KEINGINAN : Hiduplah Jadi Berkat dan Berdampak Bagi Orang Lain

0
307

MENGALAHKAN KEINGINAN
“Sebab Allah tahu, jika kamu memakan buah dari pohon itu, matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah; mengetahui tentang yang baik dan yang jahat!” Ketika perempuan itu melihat bahwa pohon itu memiliki buah yang baik untuk dimakan, sedap dipandang, dan memikat sebab dapat membuat seseorang menjadi bijaksana; ia pun mengambil buah dari pohon itu dan memakannya. Ia memberikan buah itu kepada suaminya yang bersamanya, dan suaminya juga memakan buah itu.”Kejadian 1:5-6

Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna. Termasuk di dalamnya terdapat kehendak bebas manusia yang memungkinkan dia memiliki banyak keinginan-keinginan di dalam kehidupannya.

Tentu saja harus kita kuasai dan dapat mengontrolnya jangan sampai ada keinginan yang salah dan “dibuahi” menjadi dosa di hadapan Allah. Kita membutuhkan pengetahuan dan hikmat dalam mengendalikan keinginan itu, supaya menjadi hasil yang baik, berkenan, dan yang sempurna, bukan sebaliknya menjadi jahat yang malah akan merugikan diri kita dan juga orang lain.

Dalam Kejadian 1:5-6, ada keinginan kita yang harus kita kontrol untuk kita kuasai menjadi hal yang baik. Jangan sampai mengulang kesalahan yang dilakukan oleh manusia pertama Adam dan Hawa karena merasa kurang, keinginan itu menjadi salah, dan melawan perintah Allah yang memberi kehidupan kepada mereka.

Jangan sampai kita dihanyutkan dengan keinginan-keinginan itu, bertindak salah dan menjadi musuh Allah.

Keinginan menjadi lebih dari yang lain, seperti : ingin terlihat lebih pintar, lebih bijaksana, lebih kaya, lebih hebat. Bahkan dengan maraknya aplikasi sosial media saat ini orang berlomba-lomba berusaha menjadi lebih dari orang lain. Ingin dilihat lebih terkenal, lebih cantik, lebih seksi, lebih eksis, lebih mapan, bahkan mungkin ingin dilihat lebih baik dari yang lain dengan mempertontonkan kebaikannya kepada banyak orang.

Memiliki kelebihan dari yang lain adalah berkat anugrah dari Tuhan. Dan pakai itu untuk menjadi berkat bagi orang lain, tentunya untuk kemuliaan Tuhan. Marilah dalam hidup kita bersama menaruh pikiran, perasaan dan kehendak kepada Kristus Yesus yang memberikan teladan bagi kita bagaimana kita harus hidup dan hidup yang berkenan kepada Allah.

Salah satu contoh keteladanan kehidupan Tuhan Yesus yang sangat mendasar untuk kita lakukan yaitu kasih, yang mau memberi dan berkorban untuk orang lain.

Jadi, kemauan atau keinginan menjadi lebih dari yang lain dan mencari kemuliaan diri adalah hal yang tidak perlu kita lakukan. Tetaplah rendah hati, tidak sombong dan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan pasti melihat hati kita dan memberi kemampuan kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Amin (HT)

Questions:
1. Sudahkah Anda menjadi berkat/dampak bagi sekitar Anda melalui kelebihan yang Anda miliki?
2. Bagaimana cara Anda supaya tidak sombong dan selalu rendah hati?

Values:
Jadilah berkat bagi sekitar Anda melalui bakat dan kelebihan Anda. Jangan sombong, tetaplah rendah hati akan hal itu, karena hanya Tuhan yang layak dimuliakan.

Bawalah keinginan-keinginan kita kepada hal-hal yang berdampak kebaikan bagi orang lain dan memuliakan Tuhan dalam hidup kita.
“Lebih baik yang sedikit pada orang benar

dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik; sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar.”
__ Mazmur 37.16-17

Apa yang kita inginkan sebagai landasan dari rasa ‘aman’ kita? Apakah kepandaian kita? Kemampuan kita mencapai sesuatu? penghasilan yang besar, atau harta yang melimpah? Ataukah yang kita butuhkan adalah Tuhan, yang telah menyatakan kasih setianya selama kehidupan kita, bahkan pada generasi2 sebelumnya dan akan terus berlanjut hingga generasi2 selanjutnya.

Kepada kita diberikan kehendak bebas untuk memilih, manakah yang akan kita pilih? Apa yang akan menjadi landasan rasa aman kita?
“Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”
__ 1 Yohanes 4.16

Sebagai orang percaya kita tahu bahwa Allah mengasihi kita. KerinduanNya adalah melihat kita hidup dalam berkat dan kasihNya.
Kasih Tuhan tidak hanya sekedar kasih karunia yang menyelamatkan kita melainkan juga perlu dibagikan kepada semua orang.

KasihNya yang dinyatakan melalui perilaku kita sebagai orang percaya dapat membebaskan orang disekitar kita. KehadiranNya dapat terlihat melalui tutur kata, sikap dan juga perilaku kita yang penuh kasih terhadap sesama.

Tuhan mau melalui hidup kita kasihNya dapat menyentuh lebih banyak orang. Marilah kota menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam mengasihi sesama kita manusia. (***)


_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here