Garuda Bakti Nusantara  Bersama DPC Lampung Tengah  Peduli Kearifan Lokal dan Industri Kecil

0
398

LAMPUNG (LINTAS PAPUA) – Wakil Ketua Umum Garuda Bakti Nusantara, Decy Violent bersama Ketua DPC Lampung Tengah langsung memberikan perhatian kepada pada petani dan masyarakat setempat, khususnya industri kecil milik Aang Haryadi, di dampingi oleh ketua DPC Lampung Tengah.

“Kami kunjungi industri kecil milik Aang Haryadi, di dampingi oleh ketua DPC Lampung Tengah butuh perhatian khusus oleh pemerintah untuk pengembangan Ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal, bahan dasar yg dibutuhkan adalah Bambu,” ujar  Wakil Ketua Umum Garuda Bakti Nusantara, Decy Violent. Saat dikonfirmasi media terkait giat GBN Pusat. (Humas GBN)

“Kami kunjungi industri kecil milik Aang Haryadi, di dampingi oleh ketua DPC Lampung Tengah butuh perhatian khusus oleh pemerintah untuk pengembangan Ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal, bahan dasar yg dibutuhkan adalah Bambu,” ujar  Wakil Ketua Umum Garuda Bakti Nusantara, Decy Violent. Saat dikonfirmasi media terkait giat GBN Pusat.

 

Dijelaskan,  bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan akhir  Maret lalu, tepatnya tanggal 27 Maret 2021 dan mendapat respon yang baik dari masyarakat.

“Hal ini mendorong berbagai perencanaan kedepan, diantara akan membuat POC bamboo,  Herbal bamboo, Partisi serat bamboo,  paving panel serat bamboo, pelletizer bambu energi terbarukan, tusuk sate, kotak tissue, tentunya dengan membangkitkan kearifan lokal.

Decy Violent  menambahkan, juga ada perencanaan dengan membuat pupuk granule serat bamboo, pot bunga serat bamboo, tali serat bamboo, Budidaya bibit bamboo, Wisata kuliner serba bamboo, seni angklung dan Gallery kerajinan bambu.

 

“Tentunya sesuai visi misi Garuda Bakti Nusantara langsung turun ke masyarakat dan mendengar aspirasi  masyarakat, sebagaimana visi misi Dirgantara untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan menjadi rumah aspirasi rakyat,” ucap Perempuan Papua ini.

 

“Tentunya GBN menjadi rumah aspirasi rakyat,  sehingga dapat menjak lanjut perpanjangan tangan pemerintah kepada pekerja,” tuturnya.

 

Disampaikan, bahwa saai ini beliau memiliki pekerja pria 11 orang dan wanita 21. Untuk pengembangan karya anak bangsa dlm dunia industri tidak kalahnya dengan produk-produk luar negri.

“Kami berharap apa pemerintah bisa membantu pasar, sehingga hasil karyanya anak bangsa dari rakyat kecil bisa di angkat menjadi produk yg memiliki nilai yang layak,’ harapnya mengakhiri penjelasan. (Humas Garuda Bakti Nusantara)


_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here