PDI Perjuangan : Bom Bunuh Diri Mematikan Kemanusiaan dan Peradaban

0
122

JAKARTA (LINTAS PAPUA) –  PDI Perjuangan mengutuk keras atas tindakan biadab anti kemanusiaan yang dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Bom bunuh diri mematikan kemanusiaan dan peradaban.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto., dalam keterangan pers, Minggu, 28 Maret 2021.

Apa yang terjadi di Makassar, ditinjau dari motifnya, tidak terlepas dari bom bunuh diri yang pernah terjadi di Kota Surabaya yang dilakukan oleh satu keluarga yang terjadi pada bulan Mei 2018 yang lalu.

Ideologi Kegelapan Rusak Sendi-sendi Kerukunan Bangsa.

“Bagaimanapun ideologi kegelapan dengan membenci sesama umat manusia telah merusak sendi-sendi kerukunan bangsa. Semua pendekatan harus ditempuh agar perikehidupan bangsa berdasarkan Pancasila benar-benar menjadi jiwa bangsa, dan tidak memberi ruang sedikitpun bagi berkembangnya intoleransi, radikalisme dan terorisme.”

PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu membahu menangkal ideologi kegelapan tersebut. “Di Nusantara ini penuh dengan nilai-nilai keutamaan yang merawat dan menghormati kehidupan. Semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan mengajarkan kebaikan, hidup rukun, toleransi, dan hormat menghormati.”

“Dengan sikap tegas terhadap ideologi anti kemanusiaan tersebut, maka Indonesia yang bersatu, damai, toleran akan dijaga dan terhindar dari berbagai persoalan perpecahan sebagaimana terjadi di Irak dan Siria,” tutup Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (***)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here