Universitas Cenderawasih Siap Go Internasional Pasifik : Bersama Kemenko Polhukam dan Kemenlu Bentuk Pusat Studi Indo –  Pasifik

0
279
Suasana Pembentukan Pusat Studi Indo - Pasifik, tampak Dekan Fisip Uncen, Septinus Saa, S.Sos., M.Si., Pembantu Rektor IV, DR Frederik Sokoy mewakili Rektor Uncen dan Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR Melyana Pugu S.IP, M.Si. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pembentukan Pusat Studi Indo-Pasifik di Universitas Cendrawasih (Uncen) yang bekerjasama dengan Koordinasi Bidang Politik Luar Negeri (Pollugri) Kemenko Polhukam dan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di tandatangani Rektor Universitas Cendrawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST,MT.

“Secara strategis pembentukan Pusat Studi Indo-Pasifik merupakan bagian penting dalam upaya Indonesia melakukan engagament di Kawasan Pasifik dan menghubungkan ASEAN dengan Kawasan Pasifik melalui kerangka ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP),” ujar Plt, Deputi Bidkoor Politik Luar Negeri Pribadi Sutiono dalam sambutannya secara hybrid (daring dan luring) dan dihadiri oleh civitas akademika Universitas Cendrawasih, BPPK Kemlu, Direktorat Polkam ASEAN Kemlu, Keasdepan Kerjasama Aspasaf Kemenko Polhukam dan Keasdepan Kerjasama ASEAN Kemenko Polhukam, Jumat (12/3/2021).

 

Pribadi Sutiono berharap, kerja sama tidak berhenti sampai di sini, namun merupakan langkah awal dalam membangun kerjasama yang lebih erat dalam pelaksanaan program kerja Pusat Studi Indo-Pasifik yang selaras dengan konsep AOIP dan kepentingan nasional Indonesia.

Pembantu Rektor IV, DR Frederik Sokoy mewakili Rektor Uncen, mengaku bangga karena hal ini buah kerja keras para dosen dan staf di Fisip Uncen. Suasana Pembentukan Pusat Studi Indo – Pasifik, tampak Pembantu Rektor IV, DR Frederik Sokoy mewakili Rektor Uncen dan Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR Melyana Pugu S.IP, M.Si. (tengah) dan Dekan Fisip Uncen, Septinus Saa, S.Sos., M.Si. (ISTIMEWA).

 

Sedangkan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Siswo Pramono menyampaikan, pembentukan Pusat Studi Indo Pasifik Uncen memiliki nilai strategis karena posisi Papua yang merupakan gerbang Indonesia ke Samudra Pasifik dan Oceania. Papua memiliki potensi ekonomi dan budaya yang dapat dikembangkan dari kerja sama dengan negara-negara di Pasifik Selatan.

 

Kerja sama antara Kedeputian Pollugri Kemenko Polhukam dan BPPK Kemlu dengan Uncen ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan yang bersifat akademis diantaranya kajian dan penelitian bersama, kuliah umum, kegiatan magang untuk mahasiswa dan kerjasama riset bersama Universitas lainnya baik di dalam negeri maupun luar negeri utamanya di negara-negara Kawasan Pasifik.

Suasana Pembentukan Pusat Studi Indo – Pasifik, tampak Dekan Fisip Uncen, Septinus Saa, S.Sos., M.Si., Pembantu Rektor IV, DR Frederik Sokoy mewakili Rektor Uncen dan Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR Melyana Pugu S.IP, M.Si. bersama semua staf dosen dan pejabat Universitas Cenderawasih. (ISTIMEWA)

Sementara itu, Dekan Fisip Uncen, Septinus Saa, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan, mulai dari riset kolaboratif termasuk pertukaran pelajar juga bisa dilakukan. Pusat studi ini juga akan membackup pemerintah terkait pembuatan kebijakan internasional dan membahas soal isu strategis maupun soal keamanan di kawasan perbatasan.

Sebagaimana dibenarkan, Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR Melyana Pugu S.IP, M.Si., mengatakan dengan adanya  Pembentukan Pusat Studi Indo-Pasifik di Universitas Cendrawasih, maka Uncen siap menjadi lokomotif penyedia data dan informasi kajian kawasan Pasifik bagi pemerintah, stakeholder di Papua, Indonesia maupun negara – negara kawasan Pasifik maupun wilayah lainnya. (Humas Kemenko Polhukam / Eveerth Joumilema / lintaspapua.com))


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here