Tiga Batalyon Berprestasi Dilepas Komandan Korem 172/PWY

0
285
Komandan Korem  172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan (ketiga dari kiri). (Fransisca/lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Komandan Korem (Danrem) 172/PWY melepas 450 prajurit (3 Batalyon) satuan tugas pengamanan perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) yang sudah bertugas selama 9 bulan bermanfaat bagi masyarakat dan berprestasi, hal ini di sampaikan langsung oleh Danrem 172/PWY, Senin(15/3/2021) pelabuhan Satrol (Satuan Kapal Patroli) Lantamal X Jayapura.

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan pada kesempatan ini menjelaskan Prestasi Satgas yang di lepas ini berprestasi dengan melakukan pendekatan sosial, terbukti dengan kesadaran masyarakat menyerahkan senjata.

“Untuk tiga Batalyon ini secara umum sudah melaksanakan tugas dengan berhasil, dengan indikator sampai hari ini tidak ada gejolak sosial di tempat mereka bertugas, masyarakat merasa terbantu dengan keberadaan mereka, kemudian berbagai pihak yang mengangu keamanan saat ini sudah sepakat untuk menjaga keamanan bersama-sama di tandai, sampai hari ini tidak ada darah yang menetes di perbatasan, semua permasalahan di selesaikan dengan baik,” katanya.

“Prestasi yang mereka tunjukan, dengan kondisi yang ada beberapa masyarakat menyerahkan senjatanya, senjata rakitan maupun senjata standart, inilah yang menjadi ukuran kami bahwa tugas mereka saya nilai berhasil,”Jelasnya.

Tiga Batalyon yang di lepas yaitu : Batalyon rider 100/Prajurit Setia, Batalyon 312/Kala Hitam dan Batalyon 413/Bremoro Kostrad, dengan kapal perang KRI Teluk Hading 538, tiga Batalyon tersebut kembali ke Homebase masing-masing.Satgas pengganti melanjutkan karya humanis seperti karya satgas sebelumnya.

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP., saat diwawancara. (Fransisca/lintaspapua.com)

Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager mengakui pendekatan Satgas Purna tugas yang baru saja dilepas sangat berdampak baik bagi masyarakat di wilayahnya, sekaligus berpesan bagi satgas selanjutnya mengabdi dengan hati.

“Kita bersyukur situasi wilayah kami kondusif, aman, kesan kami satgas yang baru menyelesaikan tugas ini sangat dekat dengan masyarakat, memperlakukan masyarakat seperti keluarga sendiri. Pesan saya untuk satgas yang baru, lakukan terbaik untuk masyarakat di perbatasan, gunakan pendekatan hati, rebut hati rakyat, bekerja di wilayah ini dengan kesunguhan, pengabdian, dedikasi, karena keamanan, kedamaian ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada lagi pertumpahan darah, tidak ada operasi militer, lebih ke pelayanan, kesejahteraan wilayah perbatasan,” pungkasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)


_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here