Doktor Melyana Pugu : Universitas Cenderawasih Siap Jadi Lokomotif Data dan Informasi Kajian Kawasan Pasifik

0
999
Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR. Melyana Ratana Pugu, S.IP, M.Si. (Foto Pribadi/ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR. Melyana Ratana Pugu, S.IP, M.Si., mengatakan dengan adanya  Pembentukan Pusat Studi Indo-Pasifik di Universitas Cendrawasih, maka Uncen siap menjadi lokomotif penyedia data dan informasi kajian kawasan pasifik bagi pemerintah, stakeholder di Papua, Indonesia maupun negara – negara kawasan pasifik maupun wilayah lainnya.

 

Sebagaimana diketahui Pembentukan Pusat Studi Indo-Pasifik di Universitas Cendrawasih (Uncen) yang bekerjasama dengan Koordinasi Bidang Politik Luar Negeri (Pollugri) Kemenko Polhukam dan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di tandatangani Rektor Universitas Cendrawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST,MT.

Suasana Pembentukan Pusat Studi Indo – Pasifik, tampak Pembantu Rektor IV, DR Frederik Sokoy mewakili Rektor Uncen, dan Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR Melyana Pugu S.IP, M.Si. serta Dekan Fisip Uncen, Septinus Saa, S.Sos., M.Si. (ISTIMEWA)

“Terkait pendirian Pusat Studi Indo Pasifik Uncen menjadi langkah awal yang penting untuk menjadi lokomotif penyedia data dan informasi kajian kawasan, tentunya  hal ini seturut dengan semangat konsep Indo Pasifik yang ditawarkan Indonesia di ASEAN yaitu kerja sama maritim, konektivitas, suistanaible development dan kerja sama ekonomi,” ujar Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR Melyana Pugu S.IP, M.Si., kepada lintaspapua.com dalam sebuah konfirmasi, di Jayapura, Senin, 15 Maret 2021.

 

Perempuan Papua yang baru saja menyelesaikan Doktor Hubungan Internasional di Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung tanggal 23 Oktober 2020 ini menjelaskan,  bahwa Pusat studi ini juga akan membuka hubungan kerja sama dengan semua pihak terutama universitas di kawasan pasifik.

“Sehingga kegiatan penelitian, pengkajian, pengandian, magang mahasiswa, kuliah tamu, workshop, publikasi jurnal ilmiah dapat dilakukan dalam kerja sama –  kerja sama ini,” ucap Doktor Melayana Pugu, yang juga Staf Dosen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen.

Suasana Pembentukan Pusat Studi Indo – Pasifik, tampak Dekan Fisip Uncen, Septinus Saa, S.Sos., M.Si., Pembantu Rektor IV, DR Frederik Sokoy mewakili Rektor Uncen dan Ketua Pusat Studi Indo-Pasifik Universitas Cenderawasih (Uncen), DR. Melyana Pugu, S.IP, M.Si. bersama semua staf dosen dan pejabat Universitas Cenderawasih. (ISTIMEWA)

Sementara itu, melalui informasi yang diterima sebelumnya,  Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Siswo Pramono menyampaikan, pembentukan Pusat Studi Indo Pasifik Uncen memiliki nilai strategis karena posisi Papua yang merupakan gerbang Indonesia ke Samudra Pasifik dan Oceania. Papua memiliki potensi ekonomi dan budaya yang dapat dikembangkan dari kerja sama dengan negara-negara di Pasifik Selatan.

 

Kerja sama antara Kedeputian Pollugri Kemenko Polhukam dan BPPK Kemlu dengan Uncen ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan yang bersifat akademis diantaranya kajian dan penelitian bersama, kuliah umum, kegiatan magang untuk mahasiswa dan kerjasama riset bersama Universitas lainnya baik di dalam negeri maupun luar negeri utamanya di negara-negara Kawasan Pasifik. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here