Serahkanlah Hidupmu Kepada TUHAN dan Percayalah Kepada-Nya

0
538

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Sabtu 13 Maret 2021

Bacaan Setahun:
Im. 19-20
1 Tim. 2

LALANG DAN GANDUM

“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13:30

Perbuatan baik seperti tanaman padi atau gandum, perbuatan buruk seperti rumput liar atau lalang. Jika Anda menanam padi maka lalang juga akan tumbuh sendiri di sekitarnya. Kita tidak tahu dari mana benih lalang ini, entah karena angin yang membawa benih kecilnya, atau burung yang membawanya atau mungkin benihnya sudah ada di dalam tanah.

Petani tak pernah berharap satupun lalang tumbuh di antara lahan padinya. Itu sebabnya ia berusaha meminimalisasi tumbuhnya rumput liar atau lalang yang ada di lahan sawahnya, bisa dengan obat pembasmi lalang, bisa juga dengan cara dicabut. Namun jika padi telah tumbuh besar, ia membiarkan lalang itu ikut juga bertumbuh, karena jika dicabut akan merusakkan juga tanaman padinya.

Saat kita berbuat baik ibarat menanam padi, susah dan penuh perjuangan, harus tekun dan teratur, banyak prosedur yang harus dilewati. Dipupuk, diberi air yang cukup, diusahakan untuk terhindar dari hama burung, tikus dan serangga, supaya dapat menuai padi dengan hasil maksimal di saat panen.

Namun perbuatan buruk bisa terjadi begitu saja tanpa perjuangan, seperti tumbuhnya lalang atau rumput liar, ia bisa tumbuh di mana saja, kapan saja. Rumput liar tumbuh subur walau tanpa pupuk dan sangat mengganggu dan merugikan bila tumbuh di antara tanaman padi atau tanaman pangan yang lain.

Yang jelas jika kita menanam padi, lalang bisa tumbuh di sekitarnya, tetapi jika, misalnya kita menanam lalang tak mungkin tumbuh padi di sekitar lalang. Dengan kata lain jika kita berbuat baik, pasti ada fitnah dan perbuatan buruk yang dilakukan orang lain yang iri dengan perbuatan baik kita dan berusaha untuk menutup kebaikan kita. Tetapi jika ada perbuatan fitnah dan perbuatan buruk tak mungkin ada perbuatan baik yang tumbuh bersamanya.

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk tetap berbuat baik, walaupun perbuatan baik kita tidak langsung berbuah kebaikan, walaupun perbuatan baik kita disalah artikan. Karena nanti pada saat musim menuai, Tuhan Sang Penuai Agung akan mengumpulkan berkas lalang terpisah dengan berkas gandum/padi. Berkas lalang akan diikat dan dibakar. Berkas padi akan disimpan di dalam lumbung padi. Jadi uji setiap perbuatan Anda, Anda sedang menanam padi atau lalang. Pastikan Anda menanam padi dan bukan lalang. Anda setuju? (DD)

Questions:
1. Apa arti sebenarnya dari menanam gandum?
2.Mengapa lalang bisa tumbuh walau tidak ditanam? Apa arti perumpamaan lalang ?

Values:
Warga Kerajaan menyadari bahwa perbuatan baiknya tidak selalu diresponi dengan baik, namun tak ada pilihan selain berbuat baik.

Saat menanam padi bisa tumbuh ilalang, tapi tak mungkin tumbuh padi saat Anda menanam ilalang.

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.”
__ Mazmur 37:5-6

Sebagai orang percaya, seringkali kita berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan; dan sudah seharusnya kita percaya kepada Tuhan. Akan tetapi pertanyaannya adalah seberapa besar kita percaya kepada Tuhan? Seberapa besar kendali kehidupan kita serahkan kepada Tuhan?

Kenyataannya seringkali kita masih lebih sering ingin memegang kendali penuh dalam kehidupan kita. Menjadikan Tuhan sebagai co-pilot kita; dan menempatkan diri kita sebagai pilot dari kehidupan kita sendiri. Kebenarannya adalah selama kita memagang kemudi dari kehidupan kita, maka akan sulit untuk mengijinkan Tuhan mengarahkan kita pada kehendakNya.

Memang tidak mudah menyerahkan kendali kepada Tuhan, karena kita cenderung takut pada ketidakpastian. Akan tetapi jika kita rindu ingin hidup dalam kehendakNya, maka kita harus belajar untuk bergeser dari kursi kemudi dan menyerahkan kemudi kehidupan kita kepada Tuhan. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here