Sidak, Bupati Piter Gusbager Terkejut Lihat Kondisi Kantor Distrik Arso Timur

0
293

Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan kunjungan ke Distrik Arso Timur, ditemani Ketua I DPRD Keerom, H. Syahabuddin SP, MSi dan Anggota Ketua Komisi B DPRD Keerom, Leonardus Abar. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Pegawai Tak ada, Rumput Tinggi, Kantor Tak Terawat, Masyarakat Lapor Dua Tahun Sepi Aktivitas

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, melanjutkan inspeksi mendadak (Sidak) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Keerom pada hari Selasa (9/3/21). Kali ini Bupati Keerom didampingi Wakil Ketua I DPRD Keerom, H. Syahabuddin, SP, MSi dan Wakil Ketua Komisi B DPRD Keerom, Leonardus Abar melakukan kunjungan kerja ke Arso Timur khususnya ke Kantor Distrik Arso Timur di Yetti.

Pada kunjungan kali ini, dilangsungkan sekitar pukul 10.00 WIT pada hari kerja yaitu hari Selasa, dengan maksud untuk mengetahui apakah benar aktivitas pemerintahan di Kantor Distrik Arso Timur berjalan normal ataukah tidak.

Tiba di kantor, Bupati dan rombongan mendapati kenyataan kompleks kantor distrik Arso Timur dalam keadaan sepi tak berpenghuni. Bahkan terlihat rumput di sekeliling kantor sangat tinggi dan bagian dalam kantor kosong dan berdebu, bisa diambil kesimpulan bahwa kantor distrik Arso Timur sudah cukup lama tak digunakan alias tak ada aktivitas.

Demikian pula beberapa rumah dinas distrik yang berada dibelakang kantro distrik juga Nampak sepi dari penghuni. Kondisinya pun nyaris sama, tak trerawat dan tak digunakan. Bupati dan rombongan pun berkeliling kantor untuk melihat kondisi tersebut.

Setelah merasa cukup melihat kondisi kantor distrik yang kosong, kepada wartawan, Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, mengemukakan sangat prihatin dengan kondisi yang disaksikannya tersebut.

‘’Hari ini saya lakukan sidak di kantor distrik arso timur yang berada di tapal batas RI-PNG, sebagai beranda atau hal depan kab keerom ada disini. Sidak ini saya lakukan berdasarkan laporan masyarakat yang beberapa bulan terakhir menyebutkan bahwa kantor distrik tak ada aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat, dan itu juga ada dalam rekaman memori jabatan, yang sebutkan aktivitas di arso timur sudah tak berjalan dalam 2-3 tahun terakhir,’’ujarnya.

Atas laporan tersebut, maka ia selaku kepala daerah memutuskan untuk melakukan Sidak tersebut. ‘’Sebagai pimpinan daerah saya datang dan saksikan langsung perkembangan terakhir kondisi terkini, kantor ini sdh jadi hutan, ini sama sekali bertentangan dengan visi dan misi pemerintah. Padahal visi pemerintah adalah melayani dan dekat dan dengan rakyat. Dan pemerintahan distrik adalah satu perpanjangan tangan pemkab, ada tugas yang sudah diberikan kepada kadistrik dan masyarakat akan rasakan itu, dengan fakta dan kunjungan kali ini maka sebagai pimpinan daerah saya akan ambil beberapa keputusan,’’lanjutnya.

Pegawai Tak ada, Rumput Tinggi, Kantor Tak Terawat, Masyarakat Lapor Dua Tahun Sepi Aktivitas. (Arief/lintaspapua.com)
Tiba di kantor, Bupati dan rombongan mendapati kenyataan kompleks kantor distrik Arso Timur dalam keadaan sepi tak berpenghuni. (Arief/lintatspapua.com)
Tampak Suasana Dalam Kantor. (Arief/lintaspapua.com)

‘’Pertama, saya akan lakukan evaluasi dan akan memanggil Kadistrik segera. Masalah seperti ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dengan evaluasi, saya harap distrik ini bisa kembali beraktivitas dan pelayanana pemerintahan dan pelayanan umum kepada masyarakat bisa berjalan lagi,’’ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Keerom, H. Syahabuddin, SP, MSi, mengemukakan apresiasinya atas Sidak yang dilakukan Bupati Keerom. ‘’Hal ini tentu saja saya berikan apresiasi, hari ini beliau langsung turun dan mengajak saya untuk melihat kondisi distrik arso timur. Kalau melihat kondisi saat ini yang rumput tinggi serta pekarangan kantor dan kondisi kantor ini, berarti sudah lama tak ada aktibitas di kantor ini,’’simpulnya.

Karenanya, ia memberikan dukungan kepada Bupati Keerom untuk melanjutkan semangat perubahan di lingkungan Pemkab Keerom. ‘’Saya kira atas kondisi ini, Beliau pasti akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, dan menurut saya hal itu juga menjadi keinginan dan aspirasi masyarakat Keerom selama ini. Cara-cara mengambil langkah cepat dengan Sidak dan langkah sesuai kebutuhan misalnya masalah ekonomi, pendidikan dan kesehatan diharapkan akan memacu keadaan yang lebih baik kedepannya,’’pungkasnya.

Hal senada dikemukakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Keerom, Leonardus Abar. Sebagai wakil rakyat yang berasaal dari dapil I, Leo –panggilan akrabnya—mengemukakan rasa kecewa atas kondisi kantor distrik Arso Timur yang sepi dan bisa dikatakan tak ada kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

‘’Yang kita saksikan hari ini ada bangunan kosong, tak ada kegiatan pemerintahan dan pelayanan. Padahal masyarakat Arso timur sangat harapkan adanya pelayanan pemerintahan, kalau kadistrik taka da ditempat, kepala kampung juga hilang, kita tak bisa salahkan mereka, karena mereka mau konsultasi ke Kadistrik, sementara kadistrik tak ada di tempat. Akhirnya bubar semua, maka saya jelas harapkan agar Kadistrik yang ada harus diganti, untuk ada perbaikan bagi distrik Arso Timur,’’pesannya.

Salah seorang masyarakat Arso Timur, Marius Menikir, pun mengemukakan kegusaran atas kondisi tersebut. ‘’Kondisi ini (kantor distrik sepi, red) sudah terjadi sudah dua tahun lamanya, Kadistrik jarang ditempat, karena ia tidak tinggal disini. Lebih banyak di kota, maka kami harap ada pergantian kadistrik, kalau bisa kadistrik orang arso timur biar orangnya lebih betah berada di lokasi kerjanya yaitu distrik Arso Timur,’’harapnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here