Balai Arkeologi Papua dan FOKER PSDA Bahas Draft Regulasi Pelestarian dan Pengembangan Tempat Sakral

0
241

JAYAPURA *(INTAS PAPUA) –  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, tentang Cagar Budaya, pasal 1 angka Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan :Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan karena memilki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, tentang Cagar Budaya maka, terdapat kawasan yang Sakral yang berarti adalah sesuatu yang dianggap “suci; keramat” suatu waktu di tempat keramat dapat dijadikan pusat kegiatan religious dan Wisata Spritual, yakni upacara persembahan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang dapat juga dibangun Rumah Ibadah sehingga terjadi Inkulturasi Budaya, sama halnya dengan berbagai tempat dan Upacara di Bali dan Jawa.

Dalam diskusi diskusi draft regulasi salahsatu Kabupaten di Papua tentang Pengakuan Pelestarian dan Pengembangan Tempat-tempat Sakral, yang diharapkan akan menjadi Pilot Project, diskusi dilakukan setelah mendapatkan arahan dari Kepala Balai Arkelogi Papua, diskusi diikuti oleh Erlin Novita Idje Djami, dan beberapa rekan Balai Arkeologi Papua dan John NR Gobai dan Fadly Maulud dari Forum Kerja Pengelolaan Sumber Daya Alam Papua, diskusi dilakukan di Aula Balai Arkelogi Papua, hari Rabu, 3 Maret 2021, dalam draft itu antara lain diatur, Pemerintah berkewajiban memfasilitasi Pelestarian dan Perlindungan Tempat-tempat Keramat dengan memberikan legalitas untuk Pengakuan dan perlindungan atas Tempat-tempat Keramat sebagai Cagar Budaya;

Pemerintah berkewajiban untuk dalam melaksanakan pembangunan tetap memperhatikan Tempat-tempat sakral Marga/Suku untuk tidak melakukan aktivitas Pembangunan, Pengelolaan Sumber Daya Alam;Pengakuan Perlindungan Dan Pengembangan Tempat Tempat Sakral pelestarian dan Pengelolaan Tempat-Tempat Sakral bertujuan : Melestarikan warisan budaya dan warisan umat manusia, Meningkatkan harkat dan martabat melalui tempat sacral,Memperkuat jatidiri, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat ;Mempromosikan Tempat-Tempat Sakral masyarakat kepada masyarakat nasional dan internasional Penelitian dilakukan pada setiap rencana pengembangan Tempat Sakral untuk menghimpun informasi serta mengungkap, memperdalam, dan menjelaskan nilai-nilai budaya Proses.

Hasil Penelitian Tempat Sakral dilakukan untuk kepentingan meningkatkan informasi dan promosi Pemerintah Daerah, atau penyelenggara penelitian menginformasikan dan mempublikasikan hasil penelitian kepada masyarakat. Pemerintah berkewajiban memberikan Pengakuan terhadap tempat tempat keramat dan benda benda keramat.

Revitalisasi potensi Tempat Sakral dengan memperhatikan tata ruang,tata letak, fungsi sosial, dan/atau lanskap budaya asli berdasarkan kajian.Revitalisasi sebagaimana dimaksud dilakukan dengan menata kembali fungsi ruang, nilai budaya, dan penguatan informasi tentang Tempat Sakral Revitalisasi Tempat Sakral harus memberi manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempertahankan ciri budaya lokal.

Pelindungan Tempat Sakral dilakukan dengan menetapkan batas-batas keluasannya dan pemanfaatan ruang melalui system Zonasi berdasarkan hasil kajian Zonasi ditetapkan oleh Bupati sesuai keluasan Tempat Sakral di wilayah Kabupaten.

Pemanfaatan Zona pada tempat sakral dapat dilakukan untuk tujuan Rekreatif, edukatif, apresiatif dan atau religi Sistem Zonasi mengatur fungsi ruang pada Tempat Sakral terdiri atas: Zona Inti, Zona Penyangga, Zona Pengembangan dan/atau Zona Penunjang,Penentuan luas, tata letak, dan fungsi Zona ditentukan berdasarkan hasil kajian dengan mengutamakan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam pengembangannya tempat tempat sacral dan benda benda sacral dapat ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here