Senjata Api Yang Diamankan Di Merauke Punya Tele Diatas 500 Yard

0
130

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji, mengungkapkan dari enam senjata api (Senpi) yang diamankan ada yang mempunyai tele di atas 500 yard.

Dirinya bahkan menyebutkan, senjata organik yang telah dirakit ada dibentuk melebih SS1 (Senapan Serbu 1).

Sebelumnya enam pucuk senpi tersebut diamankan polisi berdasarkan hasil pengembengan dari pelaku AG yang di tangkap, Senin, (1/3) lalu.

“Yang lebih gila lagi ada yang sudah pasang tele diatas 500 yard ini berbahaya, jika senjata ini sampai kepada KSB bahaya karena jarak jangkau sampai 700 bahkan 800 meter jika arah tembak dari ketinggian ke bawah,” jelas Kapolres Untung Sangaji, di Jayapura, Kamis (4/3/2021).

Sangaji menyebutkan, senjata tersebut bukan rakitan melainkan, senapan organik yang dirakit di Marauke.

Ia menjelaskan, jenis senjata yang diamankan tersebut tidak dipergunakan untuk berburu binatang tetapi ada senpi yang khusus yakni merk Viper memiliki kaliber 7,62 mm dengan jarak jangkau efektif 500 meter.

“Jadi kalau itu senjata yang dibuat untuk berburu saya belum yakin. Kalau berburu kan tidak perlu banyak senjata tapi ini banyak sekali,” katanya.

Selain senjata yang diamankan, mantan Densus 88 Antiteror itu mengungkapkan, terdapat laras panjang yang siap digunakan bahkan, kalau dilihat itu bukan rakitan.

“Laras senjata rakitan polos tidak ada ulir, saat melakukan penembakan peluru lari sembarang, sedangkan senapan yang kita dapat itu punya alur. Baik itu kaliber 5,5 dan
M16 maupun minimi itu masih bagus, dan yang siap dipakai ada tiga,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya lagi mengembangkan penemuan laras minimi dan M16 tersebut guna mengetahui dengan pasti penggunaannya. Sebab senapan berburu hanya merk Viper memiliki kaliber 7,62 itu sudah paten tidak ada yang lain.

“Itulah yang sementara dalam pengembangan. Kami juga sedang membuka nomor kontak mereka dengan sistem yang kita punya untuk mengetahui mereka ini dari kelompok mana,” jelasnya.

Ketika di singgung ada keterlibatan oknum aparat keamanan dalam kasus ini, Sangaji tidak mau berkomentar terlalu jauh.

“Ada, tapi saya belum mau kasi tahu. Kan ada orang yang sengaja dan tidak sengaja itu pasti terjadi,” akunya.

Ia bahkan tidak menampik, ada indikasi kalau senpi tersebut akan dikirim kepada kelompok yang berseberangan dengan paham NKRI.

“Ada, sebab mereka naik ke atas (Daerah pegunungan) jalurnya melalui Boven Digoel, kita tangkap meraka (pelaku yang membawa senjata) ketika mau ke atas” tutup Kapolres. (Gracio/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here