Percayalah Kepada TUHAN Dengan Segenap Hatimu, dan Janganlah Bersandar Kepada Pengertianmu Sendiri

0
150

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Rabu 3 Maret 2021

Bacaan Setahun:
Imamat 5-6
Matius. 22

BERTUMBUH DAN BERKEMBANG
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” 1 Korintus 15:33

Anak memiliki ciri yang sangat khas, yaitu senantiasa tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal inilah yang membedakan antara anak dengan orang dewasa.

Pertumbuhan pada anak terjadi secara serentak dengan perkembangannya sehingga proses ini dikenal dengan proses tumbuh kembang anak. Proses tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan.

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan anter sel sehingga terjadi pertambahan ukuran fisik pada anak tersebut. Sedangkan perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan syaraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya misalnya perkembangan emosi, kemandirian, kemampuan berbicara, kecerdasan dan sosialisasi.

Hari Pentakosta: Roh Kudus Dicurahkan (1)
Baca: Kisah Para Rasul 1:1-26
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8)
Setelah bangkit dari kematian, selama 40 hari Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya dan juga orang-orang untuk membuktikan bahwa Dia benar-benar hidup. Dan kemudian Ia pun naik ke sorga. Namun sebelum naik ke sorga Tuhan Yesus meninggalkan pesan kepada murid-muridNya (ayat nas), dan selang sepuluh hari kemudian apa yang di janjikan Tuhan itu pun digenapiNya. Hari di mana Roh Kudus dicurahkan bagi umatNya inilah disebut hari Pentakosta.
Dicurahkannya Roh Tuhan ini juga merupakan penggenapan dari apa yang disampaikan oleh nabi Yoel, “…Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.” (Yoel 2:28-29). 
Adapun pencurahan Roh Kudus ini terjadi di Yerusalem. Mengapa di Yerusalem? Sebab selama berada di bumi Tuhan Yesus menghabiskan banyak waktunya untuk melayani dan juga mengajar tentang firman di Yerusalem. Hal ini juga telah disampaikan oleh nabi Yesaya ribuan tahun sebelumnya, “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.” (Yesaya 2:3).
Itulah sebabnya Yesus melarang murid-muridNya meninggalkan Yerusalem dan menyuruh mereka untuk tinggal di situ menantikan janji Bapa tersebut. “Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.” (ayat 12). Ada sekitar 120 orang yang berkumpul di sebuah ruangan atas.
Untuk mengalami lawatan Roh Tuhan kita tidak boleh ‘meninggalkan Yerusalem’, artinya harus bertekun dalam pengajaran firman Tuhan dan merenungkan itu siang dan malam.
Dapatkan renungan dan ilustrasi kristen terlengkap serta update setiap hari. Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kristen.renunganilustrasi. (ISTIMEWA)

Roh Kudus dilambangkan sebagai Merpati Putih dari Surga. (gbika.org)

Beberapa ahli mendefinisikan bahwa perkembangan adalah suatu proses perubahan secara berurutan dan progresif yang terjadi sebagai akibat kematangan dan pengalaman yang berlangsung sejak terjadinya konsepsi sampai meninggal dunia.

Jadi seorang anak yang sehat, seiring Pertambahan usianya akan bertambah berat dan tinggi badannya serta bertambah pula kepandaiannya serta terus berkembang tingkat kedewasaannya secara mental dan rohani.
Pertumbuhan secara fisik dapat terhenti, tetapi proses perkembangan akan terus berlangsung karena melibatkan kematangan dan pengalaman dari lingkungan.

Perkembangan yang terjadi merupakan akibat interaksi dan sinergi kedua proses tersebut dan lingkungan telah mempengaruhi perkembangan anak. Jika anak memperoleh lingkungan yang kondusif bagi perkembangannya maka ia akan berkembang secara optimal.

Firman Tuhan juga dengan jelas memperingatkan bahwa pergaulan yang buruk akan merusakkan kebiasaan yang baik. Oleh sebab itu kita harus benar-benar memperhatikan keadaan lingkungan di mana kita bertumbuh sehingga kita dapat berkembang secara optimal sampai mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Kita tidak lagi menjadi anak-anak yang mudah dipengaruhi oleh rupa-rupa angin pengajaran dan oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Tetapi sebaliknya yaitu memiliki pengetahuan akan kebenaran, mempertahankan dan memberitakan kebenaran yang dinyatakan dalam Alkitab serta hidup dalam kasih dan kekudusan yang sesungguhnya serta terus bertumbuh di dalam segala hal ke arah Kristus. Anda setuju? (RSN)

Questions :
1. Apakah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan kita?
2. Sejauh mana pengaruh lingkungan mempengaruhi perkembangan tingkat kerohanian kita?

Values :
Pertumbungan fisik boleh terhenti, tetapi kita harus tetap bertumbuh dan berkembang sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah.

Lingkungan yang kondusif akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan seseorang secara optimal.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
__ Amsal 3.5-6

Kita berada di jaman yang belum pernah kita alami sebelumnya. Dulu pernah ada pandemi, tapi tidak seperti yang sedang kita alami saat ini. Sebagai manusia kita diberikan kemampuan untuk beradaptasi. Kemampuan ini membantu kita untuk bisa bertahan dalam berbagai situasi.

Akan tetapi pandemi ini berbeda dengan pandemi2 sebelumya. Kali ini bertahan saja tidak cukup; kita perlu berinovasi untuk bisa terus maju. Kita perlu mengerahkan seluruh kreativitas yang kita miliki, begitu juga tenaga dan perhatian yang ada. Tidak lagi hanya beradaptasi tapi kita harus siap berinovasi.

Kemajuan dan kecanggihan mungkin bisa membantu, akan tetapi bersandarlah kepada Tuhan bukan hanya dalam pengertianmu sendiri. Bersandarlah sepenuhnya kepada Tuhan, sehingga jalanmu diarahkan oleh Tuhan. Libatkan Tuhan dalam usaha kita dalam berinovasi, kiranya Ia mengarahkan dan memberkati supaya kita bisa berbuah; tidak hanya bagi diri kita melainkan juga orang-orang disekitar kita sehingga nama Tuhan dipermuliakan. (***)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here