Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan Papua Hadapi Era Persaingan Global, Oleh Ricky Ham Pagawak

0
218
Penulis Adalah Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN MASA DEPAN PAPUA MENGHADAPI ERA PERSAINGAN GLOBAL
Oleh :   Ricky Ham Pagawak.

Melihat adanya potensi munculnya bonus demografi generasi muda Papua pada satu dekade ke depan, maka diperlukan adanya grand design untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia ini. Demi menyelamatkan masa depan Papua. Karena Papua hanya akan memiliki masa depan jika generasi mudanya dipersipakan dengan baik, tepat dan terukur dari sekarang.

Wakil ketua I DPD Partai Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak menegaskan dengan adanya kantor ini para Kader partai bekerja keras untuk kemajuan partai.. (Gracio / lintaspapua.com)

Siap atau tidak siap, cepat atau lambat Papua akan masuk dalam persaingan global yang sangat kompetitif dan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketika para Pemimpin di Papua tidak mampu mengantisipasi perubahan yang begitu cepat ini, maka bonus demografi generasi muda Papua hanya akan menjadi bencana sosial bagi Papua di masa depan.

Karena itulah, sebagai salah satu Pemimpin di tanah Papua, saya ingin menyampaikan pandangan dan pemikiran saya tentang bagaimana mempersiapkan generasi muda Papua saat ini untuk menjadi pemimpin – pemimpin berkompeten dan memiliki kualifikasi pemimpin kelas dunia.

Perlu diketahui bahwa para prinsipnya setiap orang adalah pemimpin. Dari setiap kepemimpinan itu melekat sebuah amanah dan tanggungjawab.

Ketua DPD Partai Demokrat Papua,  Lukas Enembe (tengah) didampingi Wakil Ketua R. Ham Pagawak dan Sekertaris Carolus Bolly, saat meniup lilin pada perayaan HUT ke-18 partai berlambang mecy itu, di salah satu hotel di Jayapura, Senin. (Erwin/LPC)

Baik di level kepemimpinan keluarga, komunitas masyarakat hingga pada level negara. Dan untuk melahirkan seorang pemimpin yang hebat dan sukses maka dibutuhkan proses. Proses yang baik dan berkualitas, akan menciptakan pemimpin yang baik dan berkualitas. Pemimpin yang berkarakter dan berintegritas, dengan kualifikasi pemimpin kelas dunia, hanya diciptakan melalui sebuah proses. Karena memang pemimpin itu diciptakan, bukan dilahirkan. Meskipun kita juga mengenal ada pemimpin yang dilahirkan. Namun yang dibutuhkan masyarakat dunia saat ini adalah pemimpin yang diciptakan melalui suatu proses.

Proses itulah yang kemudian akan membedakan satu model kepemimpinan yang satu dengan kepemimpinan yang lain. Seorang pemimpin yang memiliki kemampuan strategis dan kecakan mengeksekusi akan jauh lebih kuat dan mendapat respek daripada yang hanya menguasai salah satunya. Lebih penting lagi seorang pemimpin harus mampu menguasai aspek emosional yang ada dalam dirinya.

Ketika itu, Calon Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, saat menyampaikan orasi politik. (ISTIMEWA)
Ketika itu, Calon Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak didampingi Wakil Calon Bupati, Yonas Kenelak, menjawab pertanyaan panelis dalam talk show ketiga yang digelar KPU Mamberamo Tengah di gedung Ukimearek Asso Wamena, Selasa (12/6/2018) kemarin. (ISTIMEWA)

Menurut hemat saya, ada lima syarat mendasar dan utama yang perlu dipersiapkan oleh setiap pemimpin Papua untuk menciptakan pemimpin kelas dunia di masa depan yang lahir dari generasi muda Papua saat ini. Kelima prasyarat itu adalah pertama, self awarness, yaitu kemampuan untuk memahami emosi, potensi dan kelemahan diri sendiri. Aspek mengenal diri sendiri ini penting untuk membangun pondasi dan arah kepemimpinan ke depan. Kenalilah kelemahan dan kekuatan yang kita memiliki dan yang telah membentuk karakter kepribadian kita.

Kedua, self regulation. Dalam prasyarat kedua ini, sangat penting sekali bagi seorang calon pemimpin untuk berpikir dahulu sebelum mengambil tindakan. Perencanaan yang dimatangkan dalam alam pemikiran kita, akan sangat menentukan sebuah kepemimpinan yang efektif dan berhasil.

Ketiga, motivation. Seorang pemimpin kelas dunia tidak menjadikan meteri dan status (jabatan) sebagai tujuan. Pemimpin kelas dunia tidak berpikir sebatas “ how to get the power “ tetapi dia akan selalu berpikir “ how to  use the power “. Dengan kata lain, menikmati pekerjaan untuk menghasilkan karya terbaik, sehingga memberikan manfaat bagi banyak orang adalah prioritas utama seorang pemimpin yang visioner.

Wakil Ketua I Partai Demokrat, Ricky Ham Pagawak mengatakan, hari ini kami melaksanakan satu iven yang dinamakan dengan Demokrat Grasstrack Open Championship dalam rangka hari sumpah pemuda yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2019 nanti. (MG)

Keempat, Empathy. Seorang pemimpin harus bisa menjadi berkat dan jawaban bagi pergumulan orang lain. Kemampuan ini akan melahirkan banyak hal. Bahkan banyak pemimpin – pemimpin kelas dunia yang diciptakan dari sebuah proses “ menjadi berkat dan anugerah “ bagi orang lain. Presiden Barack Obama di Amerika Serikat.

Barack Obama terpilih sebagai Presiden AS pada tahun 2008, diyakini sebagian besar orang Amerika sebagai puncak akhir dari sistem perbudakan di negara Paman Sam ini. Karena diskriminasi dan rasialisme terhadap orang – orang negro masih cukup dominan mendominasi alam berpikir mayoritas orang – orang kulit putih di AS.

Untuk mendapat kursi Presiden AS, Obama juga harus melalui proses panjang dengan semangat empati dan peduli dengan kebutuhan sehari – hari keluarga – keluarga di seluruh AS.

Sebagai lulusan terbaik dari fakultas hukum Universitas Harvard, Obama bisa saja mencari pekerjaan yang lebih prestisius di lembaga – lembaga pemerintahan atau perusahan – perusahan swasta besar di AS. Namun Obama memilih untuk bekerja di yayasan sosial yang dari popularitas. Memilih bekerja dalam sunyi mengurus masalah pembersihan sampah di sungai dan selokan, masalah distribusi air ke rumah tangga, masalah ketersedian jaringan listrik murah dan gratis ke rumah tangga – rumah tangga miskin di seluruh AS, dan juga aktivitas sosial lainnya yang ada hubungannya dengan masalah sosial keseharian masyarakat AS.

Proses hidup Obama dengan menjadi berkat dan jawaban bagi masyarakat kelas menengah ke bawa di AS, pada akhirnya membuat Obama bisa dengan mudahnya mendapatkan simpati dan dukungan mayoritas rakyat AS untuk merebut kursi Presiden AS ke -42 tahun 2008 dengan mengalahkan kandidat penantangnya yang berkulit putih dari Partai Republik.

Kelima, social skill. Seorang pemimpin kelas dunia harus memiliki kemampuan membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan sesama manusia. Hatinya harus jauh lebih dominan mengendalikan perilakunya dibandingkan otaknya. Kemampuan untuk mengelola hubungan dan membangun jaringan dengan masyarakat, partner bisnis atau pemodal dan beragam profesi lainnya akan menjadi kunci dari keberhasilan sebuah kepemimpinan.

Dengan kelima prasyarat kepemimpinan ini, menurut hemat saya, bisa dibentuk dan dibangun dalam diri generasi muda Papua saat ini. Prosesnya bisa melalui pendidikan formal maupun non formal. Sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Papua dan calon Gubernur Papua berikutnya, ke depannya Partai Demokrat Papua akan kami design dengan memfokuskan agenda dan program kerja untuk mewujudkan kelima prasyarat ini, demi menciptakan pemimpin kelas dunia di Papua. Sehingga masa depan Papua akan jauh lebih baik dan lebih sejahterah dari keadaan saat ini. Karena kekuasaan di tangan pemimpin dengan kualifikasi kelas dunia, akan menciptakan masyarakat yang maju, modern, makmur dan sejahterah lahir dan batin. (Penulsi Adalah Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Dan Calon Ketua Partai Demokrat Papua.)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here