Gerakan Pengendalian Cepat Menuju Papua Satu Harga (PACE JUARA)

0
206

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Pada tanggal 25 Februari 2021, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua beserta Instansi Vertikal, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Asosiasi dan Pelaku Usaha di Provinsi Papua melakukan High Level Meeting (HLM) dan penandatanganan komitmen kesepakatan tindak lanjut TPID Provinsi Papua tahun 2021. Pelaksanaan HLM dan penandatanganan dipimpin oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga; dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Simanjuntak, serta Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Doren Wakerkwa.

Pada kesempatan tersebut, Naek Tigor Sinaga menyampaikan bahwa pelaksanaan HLM dan penandatanganan komitmen merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan HLM TPID pada tanggal 18 Februari 2021. Berbagai tindak lanjut telahdilakukan, mulai dari pelaksanaan Focus Group Discussion(FGD) dan survei dengan berbagai Instansi guna memperoleh informasi terkait kendala dan usulan program pengendalian inflasi serta penanggulangan disparitas harga di Provinsi Papua.

Selanjutnya, Adolf Simanjuntak turut mendukung program pengendalian inflasi, terutama melalui peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Adolf menekankan bahwa penyaluran kredit untuk UMKM di Papua masih relatif rendah. Pembiayaan dari Lembaga Keuangan Formal diperlukan bagi UMKM untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan ekonomi dari UMKM, sehingga dapat menghasilkan produk dan jasa yang lebih terjangkau.

Klemen Tinal selaku Wakil Gubernur Provinsi Papua dan Pengarah TPID Provinsi Papua, menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap pengendalian inflasi dan penanggulangan disparitas harga di Provinsi Papua, yang dikemas dalam gerakan Pengendalian Cepat menuju Papua Satu Harga (Pace Juara). Klemen Tinal mengharapkan agar gerakan tersebut dapat menjadi pendorong dalam meminimalisir disparitas harga, baik dari sisi inter maupun intra Papua sehingga masyarakat Papua dapat lebih maju dan sejahtera.

Gerakan Pace Juara memiliki fokus stabilisasi harga dan mengurangi disparitas harga melalui empat pilar utama yaitu, (1) Keterjangkauan harga, (2) Ketersediaan pasokan, (3) Kelancaran distribusi dan (4) Komunikasi efektif (“4K”), dengan komitmen tindak lanjut sebagai berikut:

I. Keterjangkauan Harga
a. Mengoptimalkan infrastruktur untuk mendukung tol laut trayek T-19 (a.l. mempercepat pembangunan jalan dan jembatan dari Depapre menuju kota Jayapura) serta meningkatkan kapasitas gudang dalam rangka menurunkan biaya angkut barang.
b. Menyusun rekomendasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk jenis barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya.
c. Memanfaatkan aset yang belum optimal untuk mendukung program stabilisasi dan penurunan disparitas harga (a.l. pemanfaatan gudang, cold storage, sarana pertanian, kapal, dan mesin pengolahan komoditas).
II. Ketersediaan Pasokan

a.Meningkatkan produksi pangan strategis khususnya telur, cabai, ikan dan sagu (a.l. perluasan sentra produksi, perbaikan tata niaga, siklus tanam, infrastruktur dan SDM).

b. Meningkatkan kualitas dan cadangan pangan di sektor perikanan (a.l. penyediaan sarana air bersih, optimalisasi penggunaan cold storage, penyediaan infrastruktur kelistrikan, dan perbaikan proses pengolahan).
c. Menyusun peta komoditas unggulan dan potensi pangan yang berada di kabupaten/kota.
III. Kelancaran Distribusi
a. Mengoptimalkan peran BUMD sebagai perpanjangan tangan pemerintah, a.l. memperbaiki rantai tata niaga, meningkatkan kerjasama antar daerah dan menjadi mitra strategis pelaku usaha.
b. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar instansi terutama dalam mengatasi arus bongkar muat barang pada saat libur panjang dan libur fakultatif.
c. Mengupayakan penyediaan subsidi transportasi terutama pada daerah terpencil yang memiliki akses terbatas.
IV. Komunikasi Efektif
a. Merencanakan dan melaksanakan operasi pasar secara reguler maupun insidentil di kabupaten/kota.
b. Melakukan diseminasi informasi ketersediaan pasokan kepada masyarakat baik melalui media massa, media elektronik maupun media lainnya.
c. Melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kelembagaan untuk mendapatkan akses pembiayaan (baik dari perbankan maupun akses pembiayaan lainnya).

Dalam pelaksanaan HLM TIPD, juga dilakukan launching Beras Sagu Papua, beras analog yang terbuat dari Sagu hasil karya anak Papua dalam komunitas Baku Bantu, Baku Jaga, Baku Sayang. Pelaksanaan launching dipimpin secara langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua yang sekaligus melakukan pembelian Beras Sagu Papua dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penggunaan QRIS untuk pelaksanaan transaksi sangat penting untuk ditingkatkan, terutama di masa pandemi COVID-19 yang menuntut untuk meminimalisir penggunaan uang tunai dan physical distancing.

(Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota  Jayapura)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here