Pendekan Milisteristik Tidak Relevan Sebagai Jalan Damai di Tanah Papua, Oleh : Ambosius Mulait

0
363

Oleh : Ambosius Mulait
(Sekjen AMPTPI)

Kebijakan Jakarta terhadap Papua selalu dominan politis praktis, tanpa memikirkan dampak terhadap rakyat Papua. Kebijakan Otonomi khusus maupun DOB menjadi pelajaran Penting bagi Pejabat bahwa keduanya tidak mendesak bagi rakyat Papua. Rakyat papua butu hidup yang aman di negerinya.

Banyak Rakyat Papua dibunuh atas nama Pembangunan, oleh oknum aparat lalu dituduh mereka adalah anggota TPN-OPM, untuk menghilakan tuduhan melanggar HAM, tapi Penembakan Pdt Jeremias Sanambani menjadi Pelajaran Bagi Pemerintahan Jokowi, Bahwa Setiap Kebenaran tidak bisa dibohongi lagi dan ketahuan juga siapa pelakunya.

Pemerintah Pusat dan Daerah harus mencari solusi secara konfrehensif atas masalah Papua, hari ini Rakyat Intan Jaya membutukan pertolongan dari semua pihak. Situasi mendesak di intan Jaya dan Nduga Pemerintah Pusat, Gubernur maupun Ketua DPRP Papua berdiam diri tanpa ada solusi. Padahal Sekitar 1000 rakyat intan Jaya mengungsi dari empat kampung yang ada di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, mengungsi di Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai.

Hentikan Pengiriman aparat yang berlebihan ke Papua, Pemerintah mengubah pendekatan dialogis karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah justru menyimpan kebencian Dan Tidak ada yang patut dibanggakan dari tragedi saling membunuh. Ini konsekuensi logis dari langkah kekerasan yang diambil oleh Pemerintah. ( Dengan pendekatan militeristik ).

Kita sepakat bahwa kekerasan tidak bisa menghasilkan kedamaian Baiknya mengedepankan Gencatan senjata, dari pada bicara sana sini tapi hasil tetap tidak berubah, maka setiap peristiwa terus terjadi karena Pemerintah tidak serius. Bahwa Situasi Papua hari ini sesuanggnya menjelaskan Ketidak mampuan pemerintah dalam kelolah masalah Papua, perlunya gencatan senjata antara pemerintah yang diwakili Polri-TNI dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), agar tidak ada korban rakyat sipil secara Cuma-Cuma.

Pemerintah Provinsi dan Ketua DPRP Papua sebagai perpanjangan tanggan Pemerintah Pusat jangan mengabaikan aspirasi Rakyat Papua, Semestinya Pemerintah Menjadi Jembatan dalam Menikdak lanjuti aspirasi rakyat Papua terkait penolakan Perpanjangan otsus, dan Daerah Otonomi Baru di Papua.

Upaya Penyelesaian masalah di Papua secara holistic tetapi kondisi legislative tidak sikron akan memberikan kesan buruk terhadap rakyat Papua. Rakyat Papua memilih untuk mengakomodir aspirasi rakyat, bukan aspirasi kelompok tertentu yang terkesan merugikan rakyat. kehancuran di dalam Fraksi anggota DPRP Papua merupakan wujud dari ketidak mampuan Legislatif dalam menjalakan Fungsi Pengawasan dan Kontrol atas kebijakan Pemerintah.

Dua kubu dalam Internal Legislatif Papua memberikan kesan buruk dalam sejarah parlemen Papua. Ketua DPRP Papua mampu merangkum semua fraksi, sebab Semenjak dilantiknya sebagai anggota DPRP Papua tidak ada terobosan baru yang Dilakukan. Dampak dari dua kubu di DPRP Papua memberikan efek politik buruk bagi orang Papua.

Seharusnya DPRP mengunakan wewenang menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah pusat, agar dipertimbangkan. Justru sebalinya DPRP mengakomodir Kepentingan Pemerintah Pusat ketimbang rakyat Papua. siapa yang akan Menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat papua sebagai wujud pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya,

AMPTPI memberikan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRP Papua, yang mana mengabaikan dan bertolak belakang dengan aspirasi rakyat Papua. semestinya Ketua DPRP seharusnya pro rakyat bukan proterhadap kepetingan politis praktis Jakarta, dan tidak membangun kerang perpecahan.

Rakyat papua mempunyai memoria pasionisme karena kebijakan Jakarta yang diskriminatif dan rasis terhadap orang papua, Jika Legislatif tidak benar seperti ini kesan apa yang akan berikan kepada rakyat. Baiknya Ketua DPRP papua Mengundurkan diri Secara Hormat, agar tidak memberikan dampak buruk terhadap nasip rakyat Papua masa mendatang.
____
Ambosius Mulait
(Sekjen AMPTPI)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here