Lagi, Petani Asli Papua di Keerom Panen Raya Jagung

0
476
Panen jagung kedua kalinya di Kampung Baburia, bersama petani dan dari Dinas pertanian, sabtu (20/2/2021). (Arief/lintaspapua.com)

Lewat Pendampingan Program ‘Trushbuilding’ Mandala, Kini Petani Lebih Semangat Bekerja

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Setelah melakukan panen perdana jagung pada awal tahun lalu, Sabtu (20/2/21) siang, kembali puluhan petani asli Papua yang bermukim di Kampung Baburia, Distrik Arso Barat, Kab Keerom, melakukan panen. Untuk panen yang kedua kalinya dari program ‘Trushbuilding’ Satgas Mandala Keerom ini, para petani asli Papua ini berhasil panen sekitar 1000 Kg jagung kering.

Pada panen kedua ini, jagung dihasilkan dari 2 hektare lahan yang ditanam. Acara panen kali ini selain dihadiri Ketua Kelompok ‘Papua Tani,’ Etiyo Gire, juga hadir para petani anggota. Selain itu hadir juga dari pihak gereja, Pendeta Gidi Baburia, Tiogilir Wonda. Juga hadir dari Dinas Pertanian, yaitu Kabid Tanaman Holtikultura, Made Hartana bersama staffnya, Arka. Juga tamu undangan lain.

Ketua Kelompok ‘Papua Tani,’ Etiyo Gire,. (Arief/lintaspapua.com)

Kegiatan panen diawali dari pagi pukul 08.30 WIT dengan berdoa bersama di rumah Ketua Kelompok ‘Papua Tani’. Selanjutnya dilakukan panen padi bersama di lahan yang ada, setelah beristirahat dan makan siang, panen jagung dilanjutkan hingga selesai sekitar sore hari.

Ketua Kelompok ‘Papua Tani,’ Etiyo Gire, kepada wartawan mengemukakan bahwa hasil panen kali ini diperkirakan mencapai 1000 Kg atau 1 ton. Hal ini tentunya sangat menggembirakan bila dibandingkan panen perdana awal tahun lalu yang mencapai 400 Kg, dengan luas areal yang sama.

‘’Terimakasih kepada semua pihak yang membantu kami hingga bisa melakukan panen jagung lagi kali ini. Ada peningkatan dari hasil panen, ini tentunya bikin kita semangat untuk tanam lagi untuk kedepannya,’’ungkapnya.

Ia mengemukakan melihat hasil dari program tanam jagung yang ada, maka masyarakat asli Papua asal pegunungan yang ada di Keerom kini jadi lebih bersemangat lagi untuk bercocok tanam. Apalagi jagung yang mereka panen telah ada calon pembeli yang bersedia membeli dengan harga Rp. 4.000/kg.

‘’Semoga kita bisa terus bercocok tanam dengan baik, masyarakat petani juga senang dan semangat,’’pungkasnya.

Sementara itu Kabid Tanaman Holtikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Keerom, Made Hartana, mengemukakan sangat bangga dan senang atas apa yang dilakukan para petani asli Papua di Kampung Baburia tersebut.

‘’Saya rasa ini adalah hasil yang baik, dengan memanfaatkan areal yang ada mereka bisa optimalkan untuk tanaman jagung. Tentunya kita juga harap ini akan jadi contoh untuk petani-petani lainnya, bahwa siapa saja bisa sukses menjadi petani atau berkebun, syaratnya tentu saja adalah kemauan untuk bekerja keras. Kami dari dinas juga menyampaikan terimakasih atas program pendampingan bagi petani asli Papua ini ,’’pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here