Pembangunan MCK Komunal DAK 2020 di Keerom Sisakan Masalah..?

0
420
Kadinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kab Keerom, Jufri Taweatubun, saat diwawancara. (Arief/lintaspapua.com)

KSM Keluhkan Dana Mereka Belum Dibayar, Padahal Pekerjaan Rampung 100 Persen

Jufri Taweatubun : Dari Pihak Keuangan Baru Cair 50 Persen, Kami Mohon KSM Bersabar

KEEROM (LINTAS PAPUA) – — Miris, proyek pembuatan MCK Komunal bersumber dana DAK tahun 2020 yang sudah selesai tahun 2020 lalu ternyata meninggalkan masalah. Hingga saat ini, sebanyak 10 kampung dari 14 kampung yang mendapatkan bantuan MCK tersebut ternyata belum dibayarkan oleh pihak terkait, padahal program tersebut telah rampung di tahun anggaran 2020

Pihak pelaksana kegiatan, yaitu KSM (kelompok swadaya masyarakat) di 10 kampung tempat kegiatan mengeluhkan belum dibayarkan biaya pembuatan MCK tersebut, padahal pekerjaan telah mereka lakukan sampai MCK tersebut rampung 100 persen.

Salah satu yang mengeluhkan hal ini adalah, Pujiono. Ia bersama teman-teman dari KSM telah melaksanakan pembangunan MCK di Kampung Baburia pada akhir tahun 2020. Namun ia mengeluhkan bahwa setelah pekerjaan selesai, ternyata pembayaran yang dilakukan pihak terkait baru diberikan 50 persen dari kesepakatan.

‘’Benar kami telah mengerjakan pembuatan MCK di Baburia, waktu itu kami dijanjikan akan mendapatkan ongkos kerja Rp 10 juta. Sebagai uang muka pekerjaan diberikan Rp. 5 juta, dan sisanya dijanjikan akan dibayarkan selesai pekerjaan. Namun hingga hari ini (18/2/21) kami belum memperoleh pelunasan pembayaran pekerjaan MCK tersebut,’’ujarnya kepada lintaspapua.com.

Senada dengan itu, salah satu pengusaha pembuatan papan nama MCK dari batu graffir, Hadi Purnomo, juga mengeluhkan belum dibayarkannya papan nama yang dipesan darinya sebanyak 24 Pcs. Dengan total tagihan Rp. 10.800.000,- seharusnya pembayaran sudah diterima saat pekerjaan selesai, namun kenyataannya belum ada pembayaran yang dilakukan pihak yang memesan.

‘’Waktu itu mereka memesan sebanyak 24 pcs papan nama MCK untuk peresmian, totalnya Rp. 10 juta lebih, janjinya segera setelah selesai, tapi sampai saat ini belum ada pembayaran. Kami mohon kepada pihak terkait untuk membayar ini, jangan hanya janji-janji saja. Karena ini usaha kecil, jadi jangan menyusahkan kami,’’ujar Hadi.

Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Keerom, sebagai OPD teknis yang bertanggungjawab atas kegiatan ini, Kadinasnya, Jufri Taweatubun, SE, MM, mengakui adanya permasalahan tersebut.

‘’Memang benar ada permasalahan terkait pembayaran pekerjaan MCK Komunal yang dilaksanakan oleh KSM di Keerom. Dari sebanyak 14 KSM di 14 kampung di Keerom, 4 kampung diantaranya sudah dibayarkan 100 persen sekitar seminggu yang lalu, sementara 10 kampung lainnya baru dibayarkan 50 persen, termasuk hak-hak fasilitator selama 4 bulan juga belum terbayarkan,’’ujarnya kepada lintaspapua.com kemarin (19/2/21).

 

Namun menurutnya, hal tersebut bukan kesengajaan dari pihaknya. ‘’Semua hal ini bukan kami yang sengaja, tapi memang pihak keuangan keerom (BPKAD Keerom, red) yang belum mencairkan. Sementara dari kami menyangkut laporan selesainya pekerjaan dan syarat administrasi lainnya untuk pencairan telah kami serahkan ke pihak keuangan. Bahkan saya sampai bolak-balik menanyakan ini ke keuangan,’’lanjutnya.

Ia menerangkan bahwa pekerjaan MCK Komunal di keerom terdiri dari beberapa sumber dana yang kesemuanya dari DAK tahun 2020. Yaitu sebanyak 50 unit MCK bersumber dari DAK penugasan, sebanyak 18 unit MCK bersumber DAK regular dan 19 MCK DAK Afirmasi.

‘’Total keseluruhan sanitasi MCK yang dibangun sebanyak 87 unit dengan total dana sebesar Rp.9.086.641.000,- dan baru cair dari kasda sebanyak 50 persen. Saat ini kami masih mengusahakan agar segera dibayarkan oleh Kasda, agar KSM bisa tenang. Saya minta mereka bersabar, semoga ini segera bisa cair untuk hak mereka bisa dibayarkan,’’pungkasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here