PCW Tantang Negara Buktikan Penyelewengan Dana Otsus Rp. 1,8 Triliun di Papua

0
225
Muhammad Rifai Darus, selaku Founder Papua Corruption Watch (PCW) (tenggah). Richard (LPC)
Muhammad Rifai Darus, selaku Founder Papua Corruption Watch (PCW) (tenggah). Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Papua Corruption Watch (PCW) Provinsi Papua, angkat suara atas beredarnya kabar di Papua, atas adaanya dugaan kerugian negara ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp. 1,8 Trilyun.

Muhammad Rifai Darus, selaku Founder Papua Corruption Watch (PCW), kepada wartawan, Jumat 19 Februari 2021 di Jayapura, mengukapkan, beberapa hari belakangan ini, Tanah Papua sedang diguncang kabar yang mengejutkan. Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri menemukan adanya dugaan penyelewengan penggunaan anggaran Otonomi Khusus Papua (Otsus Papua). Polri juga menyebut , bahwa temuan mereka diakui serupa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan kerugian negara ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp. 1,8 Trilyun.

“kami (Papua Corruption Watch (PCW)) sebagai kelompok mesyarakat ingin melihat masalah ini secara obyektif. Sebagaimana kita ketahui, bahwa pembahasan mengenai dana otsus memang mengalami dinamika yang cukup tinggi, tidak hanya ditingkat lokal namun eskalasi itu juga terbangun dalam skala nasional. Persoalan dana otsus memang tidak pernah menemui jalan nyaman selama diberlakukan di Tanah Papua, dana otsus kerap berhadapan dengan tudingan miring dan pandangan skeptic dan bahkan ancaman untuk dihentikan pemberiannya. Untuk itu, PCW memandang bahwa persoalan ini adalah bagian dari hiruk pikuk dana otsus yang sudah sering terjadi dinegara kita”, kata Rifai Darus.

Lanjut, sebut Founder Papua Corruption Watch, PCW tentu menyambut baik dan kamipun sangat antusias menanti perkembangan Baintelkam Polri dalam menelusuri jejak dana otsus yang “masih diduga” mengalami penyelewengan. Kami berharap agar asas keterbukaan dikedepankan oleh lembaga-lembaga negara yang berkenaan dengan issu ini. Kami percaya bahwa keterbukaan informasi merupakan prasyarat penting dalam pemberantasan korupsi, dan ini juga akan menguatkan integritas para penegak hukum. Kami berkeyakinan bahwa rakyat Papua memandang perlu agar kasus ini tidak hanya menghiasi judul-judul besar media nasional saja,  tapi kami patut untuk mengetahui seberapa besar dan dalamnya dugaan penyelewengan dana otsus ini. Ujarnya.

 

Lanjutnya lagi, PCW juga meminta agar narasi yang dibangun tidak mengarah pada sikap skeptis terhadap program Otsus Papua secara holistik. Ingat, ini hanyalah persoalan maladministrasi dan baru menapaki tangga “dugaan” dan belum melompat pada prosedural hukum acara Pidana. PCW akan senantiasa mendukung upaya setiap elemen dinegara ini dalam hal gerakan  pencegahan  dan pemberantasan praktik korupsi yang terindikasi dalam tubuh program Otsus, tapi kami tidak ingin terjebak dalam narasi yang hendak meruntuhkan program otsus secara keseluruhan.

“Sebagai tanggungjawab sosial maka PCW akan melakukan langkah-langkah hak dan kewajiban sebagai masyarakat dalam hal ini publik dengan melayangkan surat permohonan informasi terkait hal ini kepada Baintelkam Polri, BPK RI, Kementrian Keuangan RI, Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua dan MRP guna mendapatkan informasi yang terbuka dan komprehensif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga public menjadi paham dan mampu ikut serta secara aktif bersuara secara lantang dan terbuka”, tegas Founder Papua Corruption Watch, Rifai Darus.

Mengakhiri wawancanya, ia pun mengnalogikan otsus adalah sebuah bangunan rumah, rakyat papua adalah orang yang tinggal didalamnya, sedangkan koruptor adalah hama yang juga menetap dirumah tersebut namun kerap bersembunyi, sebutlah ia tikus yang suka mencuri. Jika ada sebuah pintu dari rumah tersebut rusak karena digerogoti hama, apakah tetangga disana lantas membakar rumahnya??? Jawabannya adalah Tentu Tidak.  Mereka yang tinggal didalam rumah dengan bantuan orang disekitar lingkungannya akan bekerjasama untuk menemukan hama tersebut dan membunuhnya. Itulah konsep yang kita pegang bersama jangan impulsive untuk menyalahkan Otsus, karena itu sikap dan cara pandang PCW terhadap Otsus ini.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa terutama pada POLRI, BPK, Kementrian Keuangan, Pemerintah  Papua,DPRP Papua dan MRP  untuk memberikan informasi yang sahih dan kredibel atas  gelombang issu yang tercipta saat ini. PCW berkomitmen untuk berada digaris terdepan bersam masyarakat Anti Korupsi dalam upaya pemberantasan korupsi diTanah Papua menuju Papua Bersih, untuk itu  kami sangat membutuhkan seluruh ragam informasi tersebut”, ujar Rivai Darus, sembari mengajak.

Sebagai pengingat, RD nama sapaannya, menutip pesan Presiden RI ke-6  Bapak Prof.DR.Susilo Bambang Yudhoyon (SBY), dimana beliau berucap, “Kita harus senantiasa mematangkan Demokrasi serta keterbukaan dalam kehidupan berbangsa,  maka , jika negara ini masih  menganut paham demokrasi, pastikan keterbukaan selalu berada diatas permukaan, jangan biarkan ia tenggelam dalam dasar laut yang gelap tanpa cahaya, selain ia menjadi tak terlihat nafas demokrasipun akan habis dan mati,” pungkasnya. (Richard/Lintas Papua)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here