Valentine Day : Kasih Yang Berterus Terang Dari Tuhan Yesus

0
348

Minggu 14 Februari 2021

Bacaan Setahun:
Kel. 19-20
Mat. 5

KASIH YANG BERTERUS TERANG
“Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” Amsal 27:5

Bulan Februari adalah bulan yang identik dengan kasih sayang, karena setiap tanggal 14 Februari hampir seluruh dunia merayakan hari Valentine yakni peringatan kasih sayang, khususnya kasih antara laki-laki dengan perempuan. Umumnya pasangan muda mudi akan saling memberikan hadiah khusus seperti bunga dan coklat sebagai bentuk ungkapan cinta dan kasih sayang bagi kekasih mereka.


Berbicara mengenai kasih terhadap sesama, ayat bacaan kita hari ini justru mengajarkan bahwa salah satu bentuk ungkapan cinta dan kasih sayang tehadap sesama adalah dengan cara menegurnya secara nyata-nyata atau terus terang.

Menegur di sini maksudnya adalah perbuatan mengoreksi atau menunjukkan suatu kesalahan yang dilakukan oleh orang lain yang kita kasihi, bukan untuk mempermalukannya melainkan semata-mata agar orang tersebut dapat memperbaiki dirinya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bagi beberapa suku bangsa, menegur secara terus terang adalah sesuatu yang tidak biasa bahkan dianggap tabu. Orang Asia seperti kita cenderung menganggap menegur orang yang kita kasihi secara terang-terangan adalah bukan sesuatu yang umum, khususnya, karena ada rasa sungkan terhadap orang yang lebih kita hormati, lebih senior atau lebih berumur dari pada kita. Mungkin kesannya sopan dan baik jika kita tidak menegur orang lain, namun ketika orang yang kita kasihi terus melakukan kesalahan tanpa ada yang mengoreksinya justru dapat membuat kita membenci orang tersebut di dalam hati kita, dan ujungnya akan mendatangkan dosa kepada diri kita sendiri. Imamat 19:17 menyatakan bahwa kita tidak boleh membenci saudara kita di dalam hati, tetapi kita harus berterus terang menegurnya.

Kebiasaan sungkan untuk menegur orang lain akhirnya menyebabkan kita membiarkan mereka terus menerus melakukan kesalahan dan dosa. Kita pun akhirnya kompromi dengan sesuatu yang bertentangan terhadap nilai-nilai kebenaran yang kita percayai. Persis seperti kisah raja Salomo yang terbujuk oleh istri-istri asingnya sehingga ia pun membangun kuil-kuil penyembahan bagi ilah-ilah lain. Raja Salomo yang telah membangun Bait Allah yang luar biasa megah, akhirnya terjerumus ke dalam penyembahan berhala akibat kompromi dengan kepercayaan istri-istri asingnnya itu, sehingga ia turut melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah Israel dan nasihat ayahnya Raja Daud.

Ketika kita mengingat dan membayangkan orang yang kita kasihi, tentu wajar jika kita ingin menunjukkan rasa sayang dan cinta kita kepadanya, entah lewat pemberian sesuatu barang atau melakukan hal-hal tertentu yang ia sukai, namun tidak ada yang lebih indah dari pada teguran dengan maksud yang baik. Memang teguran tersebut untuk sesaat akan terasa menyakitkan seperti pukulan, namun rasa sakit tersebut adalah lebih baik dari pada melihat kekasih kita terus menerus melakukan kesalahan dan dosa. Selamat merayakan hari kasih sayang dengan orang yang Anda kasihi, bukan dengan kasih yang tersembunyi tapi dengan kasih yang terus terang. Tuhan memberkati! (YMH)

Questions :
1. Mengapa kita berterus terang menegur orang yang kita kasihi?
2. Menurut Anda apakah yang menjadi penghalang untuk menegur orang yang Anda kasihi?

Values :
Kawan memukul dengan cinta, tetapi musuh merangkul dengan bisa. (Amsal 27:6 BIMK)

Salah satu buah dari kasih yang sejati adalah teguran yang terus terang.
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, (23) selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”
__ Ratapan 3.22-23

Sepanjang perjalanan kehidupan kita, berbagai tantangan dan badai datang silih. berganti. Kadang membuat kita merasa seperti kehabisan tenaga dan tidak bisa bernafas. Padahal rasanya kita sudah melakukan segalanya dengan baik dan benar; tidak pernah menyusahkan orang lain, bahkan mungkin sudah terlibat dalam pelayanan. Tapi mengapa masih saja banyak permasalahan yang terjadi, dan kita menjadi kecewa.

Akan tetapi hanya ketika kita memalingkan pandangan kita dari kekecewaan kita sendiri dan melihat pada tujuan dan rencana-Nya yang lebih luas, kita menemukan bahwa belas kasihan-Nya tidak pernah berakhir, karena itu baru setiap pagi – besar kesetiaan-Nya.

Mungkin saat ini kita tidak dapat memahami hal2 yang terjadi dalam kehidupan kita. Namun suatu yang pasti adalah kasih karuniaNya selalu baru setiap pagi bagi kita.


 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here