Keerom Terima Catatan KPK RI, Wabup Piter Gusbager Akui Sebagai Catatan Untuk Perencanaan Lebih Transparan

0
409

Suasana kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Kabupaten Keerom, yang dilaksanakan di Arso Grande Hotel, Kamis (11/2/2021). (Arief/lintaspapua.com)

Wabup Piter Gusbager : Menjadi Catatan Bagi Keerom, Mulai dari Perencanaan dan Penatausahaan, Harus Transparan

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Melanjutkan program-program rencana aksi pencegahan korupsi di Kabupaten Keerom, seperti juga di kawasan Indonesia lainnya, KPK menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Kabupaten Keerom, yang dilaksanakan di Arso Grande Hotel, Jl. Garuda, Yuwanain, Arso II, Kamis (11/2/2021).

Dalam kegiatan ini hadir Koordinator dan Supervisi KPK RI Wilayah V Provinsi Papua, Drs. Ismail Hindersah, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, Sekda Keerom, drs. Irewan, MMT, MMPd, Asisten I, Daniel Panca Pasanda, S.STP, M.Si, Asisten II, Drs. Edy Y. Buntan MSi, Kepala BPKAD Keerom, Drs. Triswanda Indra, S.PT, dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Keerom.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP. (Arief/lintaspapua.com)
Wabup Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, menyampaikan menyampaikan terimakasih kepada tim pencegahan dari KPK RI yang hadir dalam renaksi pencegahan di Keerom. (Arief/lintaspapua.com)

Usai kegiatan, kepada wartawan, Wabup Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, menyampaikan menyampaikan terimakasih kepada tim pencegahan dari KPK RI yang hadir dalam renaksi pencegahan di Keerom.

Disampaikan, bahwa pihaknyai sangat mendukung upaya ini, seperti disampaikan peringkat kita di tahun 2019 yang berada posisi 4 dgn skor 64%, dan di tahun 2020 berada diposisi 3 dgn skor 44% memang menurun 20 persen namun secara peringkat justru meningkat.

“Kami sangat mendukung upaya ini, seperti disampaikan peringkat kita di tahun 2019 yang berada 3 besar di tahun 2020 memang menurun 20 persen namun secara peringkat justru meningkat. Ada beberapa catatan untuk pokja yang harus kita benahi, misalnya untuk asset, kemudian untuk pengadaan tanah, ini harus jadi perhatian. Juga menyangkut potensi pajak. Mulai dari perencanaannya, penatausahaannya, harus transparan dan bertanggungjawab, agar bisa dipantau baik,”ungkapnya.

Keerom Terima Catatan KPK, Wabup Piter Gusbager Akui Sebagai Catatan Untuk Perencanaan Lebih Transparan. Tampak saat kegiatan. (Arief/lintaspapua.com)

Sementara, Koordinator pencegahan KPK Wilayah Papua, Ismail Hindersah menyampaikan paparan materi tentang upaya-upaya yang dilakukan KPK saat ini lebih menitikberatkan pada upaya-upaya pencegahan.

‘’Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi terintegrasi ini dalam upaya mencegah korupsi dan juga untuk mendorong tata kelola Pemerintah yang baik di Provinsi Papua khususnya bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom,’’ujarnya.

Dalam Rapat Koordinasi ini juga KPK mendorong adanya sarana monitoring centre atau sebuah aplikasi berisikan indikator-indikator yang harus dipenuhi oleh masing-masing OPD terkait di Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom sehingga indikator itu menunjukkan harus dipenuhi karena dalam rangka sistem yang ada disitu terbangun dengan baik untuk mengurangi kebocoran-kebocoran atau penyimpangan yang mungkin terjadi, kemudian resiko-resiko terhadap adanya tindakan korupsi.

Kepada wartawan, Ismail mengemukakan bahwa kegiatan kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa tahun sebelumnya. Diakuinya ada sedikit penurunan peringkat bagi Keerom dalam upaya pencegahan korupsi terutama di tahun 2020, namun hal itu bisa dimaklumi, karena masa pandemic Covid.

‘’Renaksi sudah berjalan sejak 2016 di keerom, jadi ini merupakan kelanjutan program pencegahan korupsi, ini sebuah evaluasi rutin yang mendorong adanya tata kelola pemerintah yang baik. Memang ada penurunan kinerja Pokja, namun ini bisa dimaklumi karena kami selama 2020 juga tidak ke Papua karena masa Pendemi Covid, ini bukan sebuah kelalaian atau kekurangan, mungkin karena keterbatasan di situasi  Covid, namun diharapkan tahun 2021 ini bisa lebih baik lagi,’’ungkapnya.

Sedangkan Kepala Inspektorat Keerom, Vincen Jehandu, mengemukakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap Pokja yang terlibat penanganan pencegahan korupsi.

‘’Pokja yang akan jadi perhatian, agar lebih siap dalam meyampaikan dokumen sesuai tugas pokoknya, ini menjadi catatan penting terutama bagi pokja-pokja yang indikasinya sangat jauh dan rendah dalam penyampaian realisasi ketaatan yang berhubungan dengan penanganan korupsi akan kita pantau dan panggil pokja tersebut,’’tegasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here