Kapolda Papua Resmikan Mako Polsek Tigi

0
176

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw meresmikan gedung Mako Polsek Tigi Polres Deiyai, Kamis (11/2/2021).

Dalam sambutanya Kapolda berharap, gedung Mako Polsek Tigi menjadi tempat yang nyaman, bersahabat dan menjadi tumpuan untuk menyelesaikan masalah – masalah kemasyarakatan mengingat wilayah hukum yang luas.

“Saya berpesan kepada seluruh Personel Polsek Tigi untuk menjaga dan peliharalah bangunan kantor yang sudah ada ini dengan sebaik-baiknya. Pemeliharaan yang baik dan benar akan memberikan kenyamanan dalam bekerja serta akan memperpanjang usia pakainya yang tentu saja akan memberikan penghematan dalam penggunaan anggaran,” katanya.

Tingkatkan kinerja setiap petugas Polri khususnya personil Polsek Tigi sebagai jawaban atas peningkatan sarana dan prasarana yang sudah ada serta hindarkan dari setiap, perbuatan, perkataan, tindakan dan sikap yang kontraproduktif dengan prinsip-prinsip pelayanan yang prima.

“Selain itu, saya menyampaikan kepada Bupati Kabupaten Deiyai dan Bupati Paniai untuk menugaskan beberap Staf dari masing-masing Kabupaten untuk bersama-sama denga Kapolres Paniai dan juga Kapolres Deiyai dalam mengumpulkan Putra dan Putri asli Papua yang akan mengikuti seleksi penerimaan Bintara Noken yang akan di buka pada bulan maret mendatang,” ujar Kapolda.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Deiyai, Athen Edoway memberikan apresiasi kepada Kapolda Papua serta rombongan yg telah hadir dalam peresmian mako Polsek Tigi.

“Saya berharap agar pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengamankan Mako ini,” ucapnya.

Insiden yg terjadi beberapa waktu lalu kata Athen, yang mengakibatkan pembakaran Polsek Tigi agar tidak terulang lagi.

“Saya mengajak kepada seluruh personel TNI/Polri serta masyarakat agar memiliki kesadaran pribadi,” katanya.

Kabupaten Deiyai selama ini kondusif dan dalam menghadapi wabah Covid-19 wilayah ini masih dalam zona hijau dan tahun ini kita dihadapkan pada bencana alam yaitu peluapan danau Tigi yang mengakibatkan ladang dan rumah di pinggir danau tenggelam.

Setiap permasalahan pasti ada jabawan, tapi jangan sekali-kali kita membuat masalah agar wilayah ini tetap aman dan kondusif. Disini terdapat penyakit sosial yaitu perjudian, praktek prostitusi dan penjualan miras yang dapat merusak masa depan pemuda dan adat istiadat Kabupaten Deiyai, mari kita satukan persepsi untuk menangani permasalahan ini,” ungkapnya.

Dia meminta, kepad Kapolda Papua agar dalam seleksi penerimaan Bintara noken nantinya untuk memprioritaskan putra putri asli Papua, sehingga kedepannya putra-putri asli Papua tersebut bisa kembali untuk mengabdi di daerah mereka berasal. (Gracio/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here