Pelaku Penembakan Terhadap Warga di Intan Jaya Diduga Oleh KKB, Kapolda : Tangkap Atau Tindak Tegas

0
231

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, pelaku kekerasan terhadap salah satu warga beberpa waktu lalu di Intan Jaya, diduga dilakukan oleh KKB kelompok Undius Kogoya.

“Hari ini saya bersama pejabat utama dan Kapolres Mimika ke RSUD Mimika untuk mengecek keadaan korban, yang beberapa hari lalu mengalami kekerasan berupa penembakan yang dilakukan oleh seseorang diduga kelompok dari Undius Kogoya,” kata Kapolda, saat mengecek kondisi korban, Rabu (10/2/2021).

Kapolda mengungkapkan, berdasarkan hasil identifikasi, pelaku dari kelompok Undius Kogoya sudah di dapatkan. Bahkan kata Paulus Waterpauw, keterangan dari beberapa saksi menyebutkan mengenal pelaku dan keseharianya tidak jauh dari rumah korban. Tetapi kekerasan yang dilakukan penyebabnya belum bisa di pastikan.

“Modusnya ketika pelaku datang, ingin menjual Minyak Tanah ke Warung milik korban. Namun saat istri korban sedang menyiapkan jerigen tiba tiba terdengar suara tembakan senjata api, diduga jenis senjata api laras pendek,” jelas Kapolda.

Dengan adanya identifikasi atau identitas pelaku ini secara jelas, tim akan mempercepat upaya baik Satuan tugas dalam rangka penindakan hukum, untuk mencari dan menangkap pelaku ini.

“Semoga cepat ditangkap, kalau perintah saya hanya dua pilihan, tangkap kalau bisa ditangkap kalau tidak ditindak tegas terukur dengan SOP kita,” tegas Kapolda.

“Karena dia sudah melakukan kekerasan yang mengakibatkan keresahan bagi warga masyarakat disekitar Kota Sugapa dan Kabupaten Intan Jaya pada umumnya,” tambahnya.

Untuk kondisi korban, setelah dikonfirmasi oleh pihak dokter bahwa korban saat ini kondisnya sudah lebih baik, tidak ditemukan proyektil yang tersimpan di tubuh korban sehingga memudahkan pihak Dokter dalam penanganan medis.

Sementara, terkait dengan kasus penembakan yang terjadi di Puncak Ilaga, Kapolda menyebut, motifnya sama seperti di Intan Jaya. Yang mana, kelompok tersebut sudah mulai kesulitan dari segi bahan makanan dan amunisi sehingga melakukan pergerakan perseorangan.

“Kami dari Polda Papua mengambil langkah-langkah Cepat untuk bagaimana menggerakan satuan di daerah Teritorial baik di Polres Puncak dan Intan Jaya. Bahkan kami akan tingkatkan razia dan operasi guna mempersempit ruang gerak kelompok tersebut,” ujarnya.

Jenderal bintang dua ini merasa prihatin dengan kejadian di Ilaga, apalagi korban berkerja sebagi tukang ojek yang mana jasanya cukup membantu masyarakat dalam berpergian jarak jauh disana. “Saat ini jenazah korban telah diterbangkan ke Kampung halamannya di Makassar untuk disemayamkan,” tandasnya.

(Gracio/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here