Kapolda Papua Berperan Sebagai Pendeta Dalam Film Si Tikam Polisi Noken

0
846

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw akan berperan sebagai pendeta (Hamba Tuhan) dalam film layar lebar “Si Tikam” Polisi Noken yang di sutradarai oleh Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Ade Djaja Subagja.

Cerita di dalam Film Si Tikam sendiri diambil berdasarkan kisah nyata seorang pemuda Papua yang akhirnya menjadi seorang polisi. Selain itu, film ini juga mengangkat budaya dan tradisi orang Papua.

Kehadiran Kapolda Papua sebagai hamba Tuhan dalam film layar lebar tersebut untuk menyelesaikan masalah adat yang terjadi di pegunungan tengah tepatnya di puncak Cartenz.

Sementara peran Si Tikam merupakan salah satu polisi yang bertugas sebagai juru bahasa atau penerjemah guna meyakinkan salah satu suku dalam upaya perdamaian.

“Kita mengasumsikan kedua suku yang bertikai adalah suku Waro dan Wolagma. Memang kedua suku ini tidak ada tetapi itu menjadi skenario dari cerita dalam film ini,” katanya, di sela-sela proses pengambilan gambar, Minggu (7/2/2021).

Kapolda berharap, pembuatan film layar lebar yang akan di tayang di seluruh bioskop di Indonesia ini cepat selesai dan bisa menjadi tontonan yang menarik bagi kalangan masyarakat luas.

Ia pun mengapresiasi seluruh kru dalam pembuatan film SinTikam. “Sehingga dapat menimbulkan semangat bagi generasi muda Papua. Bahwa mereka bisa memainkan peran dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Ade Djaja Subagja mengatakan proses syuting yang berlangsung hari ini merupakan bagian akhir pada film Si Tikam, meski ada beberapa season lagi yang harus di selesaikan.

Dirinya mengungkapkan pada pelaksanaa proses syuting sebenarnya belum selesai, masih ada lanjutan. Dan itu akan ada di Si Tikam jilid II.

“Jadi, biar penonton penasaran maka dibuat begitu, setelah suku Waro melakukan unjuk rasa langsung di cut dan akan di lanjutkan pada bagian ke dua dari film ini,” katanya.

Film Si Tikam yang kedua jelas Ade Djaja, para pemeran akan baradu akting di laut. “Jadi yang pertama ini di hutan maka, kami akan menjadikan laut sebagai tempat syuting,” pungkasnya.

(Gracio/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here