Jemaat GKI Diaspora BTN Nauwa, Gelar Ibadah Etnis di HUT PI ke 166 Tahun

0
266
Ketua Majelis GKI Diaspora BTN Nauwa Doyo Baru, Pdt.Bony Makal, S.Si (tengah), didamping Penatua Yubelinus Simbiak (kiri). Richard (LPC)
Ketua Majelis GKI Diaspora BTN Nauwa Doyo Baru, Pdt.Bony Makal, S.Si (tengah), didamping Penatua Yubelinus Simbiak (kiri). Richard (LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) — Sebagai ungkapan syukur dalam perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua Ke 166 Tahun, Jumat 5 Februari 2021, dimana Jemaat GKI Diaspora BTN Nauwa Doyo Baru, Klasis Sentani Barat Moi, mereka mengelar ibadah dalam bentuk ibadah  etnis.

Pantuan Lintas Papua, dimana dalam ibadah etnis itu masing-masing jemaat di gereja tersebut, mengikuti ibadah perayaan HUT Pekabaran Injil Ke 166 Tahun, mereka mengunakan baju budaya mereka masing-masing.

Untuk diketahui, Jemaat GKI Diaspora BTN Nauwa Doyo Baru itu, dimana warga jemaatnya terdiri dari empat etnis suku di jemaat tersebut, sehingga terlihat ada budaya etnis suku Papua, budaya etnis suku Toraja, budaya etnis suku Manado, dan budaya etnis suku Maluku.

Ketua Majelis GKI Diaspora BTN Nauwa Doyo Baru, Pdt.Bony Makal, S.Si, kapada wartawan menuturkan, atas nama jemaat GKI Diaspora BTN Nauwa Doyo Baru, mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil ke 166 Tahun di Tanah Papua bagi kita selain warga Papua yang ada di seanteru Papua ini, suka cita dan berkat Tuhan menyertai kita sekalian.

Disingung soal ibadah etnis itu, Pendeta Bony Makal mengatakan, ibadah dalam bentuk ibadah  etnis yang dilakukan itu, karna pada dasarnya Papua kaya dengan budaya dari berbagai suku dan bahasanya

“Dalam konteks etnis itu, dimana di Tanah Papua tidak saja hanya suku etnis Papua, tapi juga ada suku-suku lain yang berdomisili di Tanah Papua, sehingga dalam konteks ini, sebagai semangat bersama untuk mengabarkan kabar suka cita Injil Kristus kepada semua orang  yang ada di Tanah Papua”, kata Ketua Majelis GKI Diaspora BTN Nauwa itu.

Lanjut dia, ibadah dalam konteks etnis ini pada dasarnya sebagai pesan untuk menunjukan bahwa di Tanah Papua memiliki keragaman dalam kekayaanya dari berbagai suku, budaya dan bahasa.

Ibadah dalam konteks etnis ini juga, kemudian menjadi penyatu yang menyatukan semangat bersama untuk mengabarkan dan meyebarkan Kabar Injil Yesus Kristus Tuhan kepada semua orang di Tanah Papua untuk pertumbuhan iman bagi setiap orang di Tanah Papua. ujar  Pendeta begelar S.Si itu.

Sekedar diketahui, majelis Jemaat GKI Diaspora Doyo Baru, Klasis Waibu Moi, dalam ibadah etnis itu, mereka tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan mewajibkan warga jemaat untuk memakai masker, saat mengikuti ibadah tersebut. (Richard/Lintas Papua)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here