Hadiri Seminar SPKP, Begini Pesan Kapolda Papua Kepada Pemuda Gereja

0
127

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemuda adalah masa depan bangsa dan bunga gereja bagi pemuda Kristen. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran dan fungsi kaum pemuda dalam proses hidup bernegara dan menggereja.

Demikian disampaikan Kapolda Papua Drs. Irjen Pol. Paulus Waterpauw saat menghadiri Seminar Pemuda Kristen Papua (SPKP) dalam rangka Memperingati Hari Pekabaran Injil Ke-116 dengan tema “Gerakan Misi Generasi Millenial”, dengan moderator Pdt. Daniel Syafaat Siahaan, M.Si., di Gereja Bethel Indonesia Jemaat Pondok Pemulihan Jalan Netar No. 5 Camp Cina, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura, Kamis (4/2/2021).

Ditambahkan, kemajuan masa depan hidup berbangsa dan gereja ini ada di tangan generasi muda, dan tentunya atas kendali generasi muda yang memiliki intelektualitas dan iman Kristen yang seimbang.

Cakupan intelektualitas generasi muda bisa dibangun dan digali melalui berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, pendidikan formal, lingkungan masyarakat/gereja.

“Namun, dapun permasalahan para pemuda yakni kita sering sekali mendengar kejadian perkelahian kelompok pemuda. Hal itu seakan sudah menjadi kebiasaan di kalangan remaja atau pemuda kita. Bahkan ironisnya persoalan yang memicu terjadinya kontak fisik itu adalah hal-hal yang sangat remeh,” ujarnya.

“Misalnya, karena minta rokok dan tidak diberi, atau karena ketersinggungan yang hanya bersifat dugaan semata. Kontak fisik seolah menjadi solusi satu – satunya untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Mereka tidak lagi memikirkan akibat yang akan diderita oleh berbagai pihak, baik bagi diri sendiri, keluarga, ataupun sosial,” tambah Kapolda.

Sementara itu, untuk pecandu narkoba dan obat-obatan berbahaya, Kapolda menuturkan, dari dua juta pecandu 90 persen adalah generasi muda. Karena itu, Narkoba menjadi ancaman serius bagi orang asli Papua serta ancaman bagi kelangsungan hidup Bangsa.

Menurutnya, peran pemuda Kristen dalam pembangunan Papua yakni sebagai generasi penerus gereja dan Bangsa yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda Kristen sebagai agent of change atau agen perubahan.

“Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agent of development atau agen pembangunan sebagai penerus bangsa, serta peran yang selanjutnya adalah menjadi agent of modernization atau agen pembaharuan Gereja dan Bangsa Indonesia,” katanya.

Lanjut dikatakan, pendidikan juga merupakan hal terpenting atau suatu pondasi dari berbagai peranan diatas, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Kristen pastinya akan merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus Gereja dan Bangsa.

“Dengan Memiliki semangat juang yang tinggi maka peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang terakhir adalah tertanam nya jiwa semangat perjuangan yang tinggi pada generasi muda baik pada masa sekarang maupun masa terdahulu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama EV. Kevin Handoyo mengatakan, sebenarnya, bad lifestyle bukan baru terjadi sekarang dan tidak terbatas pada anak muda saja. Sejak zaman Perjanjian Lama, banyak orang senang berpesta. Mereka melaraskan pola hidupnya seturut tren agar kelihatan gaul.

“Demi mendapat pengakuan dari lingkungan, popularitas di antara teman-teman sebaya, atau kepuasan pribadi. Di era modern, tekanan iklim usaha global serta kurangnya komunikasi atau perhatian dalam Keluarga bisa menjadi akar gaya hidup ini,” katanya.

Orang muda Kristen perlu bijak menata hidup agar tidak terpengaruh dampak buruk gaya hidup kekinian. Karena anak muda Kristen sejati memiliki gaya hidup yang inspiratif bagi orang lain. “Bukan berarti kita tidak boleh gaul atau berpenampilan sesuai tren, tetapi kita harus punya prinsip kuat. Bisa mempertanggungjawabkan bahwa apa yang kita lakukan itu berkenan bagi Tuhan,” tandasnya.

Masih dalam kesempatan itu, Pdt. Fredy Edward Situmorang mengatakan, Transformasi di papua akan terwujud bila kolaborasi dari ke-7 tubuh Kristus yakni Kegerakan Doa, Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi, Keluarga, Pemerintahan, Kesehatan, dilaksanakan dengan baik.

Untuk diketahui, hadir dalam kagiatan seminar Kapolda Papua Drs. Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pdt. Lipiyus Biniluk.,M.Th., Ketua BPD GBI Provinsi Papua Pdt Drs. Sumiran, M.Th., Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, SH, S.Ik, M.Pd., Pdt. Fredy Edward Situmorang, serta diikuti sebanyak 100 Tamu Undangan dan Jemaat Pondok Pemulihan Gereja Bethel Indonesia.

(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here