Kecewa Soal Pembibitan Sawit, Wabup Piter Gusbager Akan Panggil PT. SIP

0
319
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat meeninjau langsung lokasi pembibitan kelapa sawit di Kampung Yamta, Arso PIR II, Kamis (28/1/2021). (Arief/lintaspapua.com)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, menunjukkan keseriusannya untuk menjadikan sector perkebunan khususnya kelapa sawit bisa kembali bangkit di Keerom.

Seperti yang dilakukannya pada Kamis (28/1/2021). Wabup melakukan kunjungan atau sidak ke lokasi Pembibitan Kelapa Sawit yang ditanggani PT. SIP, di Kampung Yamta, Arso PIR II.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat meeninjau langsung lokasi pembibitan kelapa sawit di Kampung Yamta, Arso PIR II, Kamis (28/1/2021). (Arief/lintaspapua.com)
Wabup yang juga Bupati terpilih Pilkada 2020 ini, melakukan sidak sekitar pukul 10.00 WIT. Saat tiba di lokasi pembibitan. Nampak lokasi tersebut sepi, tak ada orang diareal pembibitan. (Arief/lintaspapua.com)

Wabup yang juga Bupati terpilih Pilkada 2020 ini, melakukan sidak sekitar pukul 10.00 WIT. Saat tiba di lokasi pembibitan. Nampak lokasi tersebut sepi, tak ada orang diareal pembibitan. Sementara tak jauh dari lokasi tersebut, nampak warga masyarakat melakukan panen jagung kering.

Dengan berjalan kaki sekitar 100 meter, Wabup akhirnya tiba dilokasi pembibitan sawit. Nampak polybag yang sudah diisi tanah disusun berderet dan dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdapat sekitar 1000 polibag.

Sayangnya Polibag yang seharusnya berisi tanaman sawit atau bibit sawit tersebut nampak kosong. Bahkan kantong-kantong polybag tersebut nampak sudah mengeras tanah didalamnya, tak jarang ada yang sudah ditumbuhi rumput atau lumut.

Selain itu di lokasi sekitar polybag, nampak ada bekas genangan air. Jelas terlihat bahwa polybag- polybag tersebut tak terawatt. Atau setidak-tidaknya sudah ditinggalkan yang merawatnya cukup lama, mungkin beberapa bulan. Namun di beberapa kelompok polybag, nampak sudah ada yang dikemas ulang polibagnya.

Mendapati kondisi ini wabup nampak kecewa. Kepada wartawan, ia mengemukakan bahwa kondisi lokasi pembibitan sawit tersebut ia datangi dalam sidak karena memang telah mendapatkan laporan dari masyarakat dan petani.

‘’Kedatangan saya ke lokasi ini dalam sidak, karena memang ada laporan masyarakat. Tentu atas kondisi ini, saya akan memanggil pihak yang ditunjuk untuk mengelola pembibitan yang menggunakan dana BPDPKS tahun 2020 yaitu dari PT. SIP sebagai rekanan pengelola, koperasi Ngkawa dan pihak dinas Pertanian selaku instansi unit teknis daerah (UTD),’’ujarnya.

Karenanya Wabup berencana untuk meminta keterangan kepada mitra dan koperasi yang diberi kepercayaan membiarkan lokasi pembibitan sawit terbengkalai. Padahal ia selaku Wabup telah memediasi pihak mitra dan koperasi dengan masyarakat adat sehingga telah disiapkan lahan untuk segera ditanami sawit dalam beberapa tahun kedepan.

‘’Minggu depan, saya akan panggil mitra untuk meminta keterangan tentang pelaksanaan pembibitan ini kenapa tidak dikerjakan dengan baik mengakibatkan belum tersedia bibit yang akan ditanam diareal yang telah difasilitasi pemerintah, mereka harus bertanggungjawab,’’lanjutnya.

Wabup segera menambahkan, bahwa Pemkab Keerom telah merencanakan untuk peremajaan kelapa sawit di beberapa wilayah Keerom dimulai dari Yamta, selanjutnya ke Yanama, Bagia, Wonorejo, Yamara, Wambes, Wembi dan lainnya. Karena itu ia tak ingin rencana jangka panjang tersebut gagal akibat ketidakseriusan mitra.

‘’Kejayaan ekonomi kab keerom karena sawit, kakao, palawija dan lainnya akan tetap kita bangkitkan dan kita serius untuk itu. Bilamana mitra tak serius untuk melakukan pembibitan padahal dana yang disalurkan Rp. 6 miliar lebih, maka akan kita evaluasi, sejauh mana dan apa yang telah mereka lakukan, kita akan serius untuk masalah ini,’’tegasnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here