Jadikan Yesus Sebagai Raja Dalam Hidup Kita, Supaya Kehidupan Kita Berjalan Dalam Kekekalan-Nya

0
489

Jumat 29 Januari 2021

Bacaan Setahun:
Kejadian 39-40
Daniel 3

KERAJAAN DI DALAM KERAJAAN

“Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”Lukas 2:51-52

Istilah kerajaan di dalam kerajaan adalah bermakna sebuah upaya untuk mendirikan sistem kekuasaan di dalam sebuah sistem kekuasaan yang lebih besar. Biasanya perilaku ini dimunculkan oleh figur-figur yang tidak puas dengan sistem kepemimpinan resmi yang ada dan kemudian berusaha mendirikan sistem pengaruh yang sesuai kehendaknya, ambisi atau visinya sendiri.

Pada awalnya mereka berpura-pura untuk tetap patuh, meskipun mereka sebenarnya sedang menjalankan agenda mereka sendiri, dan kemudian mencari pengaruh kepada orang lain agar mengikuti mereka dan pada akhirnya lakukan pemberontakan.

Firman Tuhan yang kita baca hari ini menggambarkan kepada kita bahwa Yesus yang dalam masa muda-Nya telah menunjukkan potensi hebatnya, bahkan kehebatan itu menjadi sesuatu yang dikagumi oleh para Imam.

Bahkan saat orang tuanya baru menemukan Yesus yang sempat terhilang, IA justru sempat berkata bahwa diri-Nya sedang mengerjakan rencana Bapa (My Fathers Business), atau seolah-olah Yesus sedang berkata bahwa IA telah memiliki visi dari Tuhan.

Tapi alih-alih Yesus menunjukkan kepongahan untuk tetap melakukan agendanya, Yesus justru memutuskan untuk menundukkan dirinya hidup dalam pengasuhan, dan kepemimpinan orang tuanya. Bahkan setelah itu seolah-olah cerita tentang kehebatan Yesus di masa muda “lenyap“.

Bahkan saat akan terjadi peristiwa mujizat pertama di Kana, Yesus sempat berkata bahwa waktu-Nya sebenarnya belum tiba, tetapi karena instruksi ibu-Nya, Yesus pun melakukan dengan penuh kepatuhan. Akibat dari sikap penundukan diri tersebut Yesus disebutkan bertumbuh dalam aspek fisik, hikmat (mental), makin dikasihi Allah (spiritual) dan juga makin dikasihi sesama (sosial).


Alkitab pernah mencatat sebuah kisah dari anak Daud yaitu Absalom yang awalnya berusaha menunjukkan perhatian, hikmat dalam menolong masyarakat yang mengalami persoalan.

Tapi semua itu dilakukan dengan tujuan mengumpulkan orang-orang untuk mengikuti “hidden agenda“nya yaitu berusaha menjadi raja menggantikan Daud (2 Samuel 15:1-10). Pada akhir dari kisahnya, Absalom bukannya menjadi raja melainkan justru mati di masa mudanya.

Yesus datang dan memberikan diri-Nya untuk menjadi Tuhan atau Penguasa kehidupan kita. IA ingin kita tunduk dalam pemerintahan kerajaan-Nya, janganlah berusaha tetap menjadi raja bagi hidup kita, karena justru bisa berakibat kita alami “kematian rohani“. Anda mengerti? (HA)

Questions :
1. Siapakah yang menjadi Raja di dalam kehidupan Anda?
2. Mengapa Anda harus menjadikan Yesus Raja dalam hidup Anda?

Values :
Jadikan Yesus Sebagai Raja Dalam Hidup Anda, Supaya Kehidupan Anda Berjalan Dalam Kekekalan-Nya.

Good Leader always start from good follower (John C. Maxwell)
“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
__ Roma 12.21

Prinsip Alkitab seringkali mengajarkan hal yang berbeda dengan dunia. Ketika kita diperlakukan dengan ketidak adilan atau kejahatan; dunia mengajarkan kepada kita untuk membalaskan setimpal dengan yang dilakukan atau bahkan lebih.

Akan tetapi Alkitab mengajarkan bahwa kita membalas kejahatan dengan kebaikan. Sungguh hal yang sulit untuk dilakukan tentunya. Akan tetapi ini adalah kebenaran dan kebenaran akan selalu memerdekakan. (***)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here